Frankenstein45.Com – 28 Mei 2026 | FIFA kembali menjadi sorotan publik setelah muncul keluhan terkait kategori kursi dan harga tiket untuk Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara. Penonton dan kelompok pendukung mengeluhkan adanya perbedaan signifikan antara kelas tiket premium, standar, serta tiket ekonomis, terutama pada penetapan harga yang dianggap tidak proporsional.
Keluhan utama meliputi tiga poin: pertama, penetapan harga tiket kelas premium yang mencapai puluhan ribu dolar per orang; kedua, kurangnya transparansi dalam alokasi jumlah kursi untuk masing-masing kategori; dan ketiga, ketidaksesuaian antara fasilitas yang dijanjikan dengan realitas di lapangan.
Sejumlah organisasi konsumen dan pengamat olahraga menilai kebijakan penetapan harga ini dapat menurunkan aksesibilitas bagi penonton dari negara‑negara berkembang, sekaligus meningkatkan kesenjangan antara penggemar kaya dan yang kurang mampu.
Menanggapi protes tersebut, perwakilan FIFA menyatakan bahwa struktur harga ditetapkan melalui proses konsultasi bersama sponsor, tuan rumah, serta otoritas sepak bola regional. Mereka menekankan bahwa pendapatan dari tiket merupakan salah satu sumber utama pembiayaan operasional turnamen, termasuk pembangunan stadion dan program pengembangan sepak bola di negara tuan rumah.
- FIFA berjanji akan meninjau kembali kebijakan harga sebelum fase grup dimulai.
- Beberapa pihak mengusulkan pembentukan skema subsidi tiket untuk penonton berpendapatan rendah.
- Pengawasan independen akan dibentuk untuk memastikan alokasi kursi yang adil.
Jika permintaan perubahan tidak dipenuhi, risiko penurunan penjualan tiket dan citra FIFA yang tercoreng dapat meningkat, terutama menjelang peluncuran resmi turnamen yang dijadwalkan pada pertengahan 2026.
Para pengamat menilai bahwa transparansi dan keadilan dalam penetapan harga tiket menjadi faktor kunci untuk menjaga semangat sportivitas dan inklusivitas Piala Dunia, sekaligus menghindari potensi boikot atau protes massal di negara‑negara tuan rumah.




