Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) kembali menjadi sorotan pasar setelah mengumumkan hasil keuangan kuartal I 2026 yang menampilkan pertumbuhan laba bersih sebesar 60,47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp9,43 miliar, atau setara Rp1,06 per saham, menandai peningkatan signifikan dari Rp5,87 miliar (Rp0,84 per saham) pada kuartal I 2025.
Faktor Pendorong Kinerja Keuangan
Lonjakan laba didukung oleh kenaikan penjualan bersih yang mencapai 52,38% YoY, menghasilkan total Rp444,46 miliar pada tiga bulan pertama 2026. Penjualan utama berasal dari segmen minuman yang menghasilkan Rp461,09 miliar, diikuti oleh makanan sebesar Rp56,83 miliar, dan kategori lain sebesar Rp1,93 miliar. Diskon penjualan serta potongan lainnya menelan Rp75,40 miliar, namun tetap memungkinkan perusahaan mencatat laba bruto Rp273,68 miliar setelah beban pokok penjualan naik 54,35% menjadi Rp170,78 miliar.
Ekspansi Gerai dan Strategi Pasar
Seiring pertumbuhan penjualan, Fore Kopi terus memperluas jaringan gerainya. Pada akhir kuartal I 2026, total gerai mencapai 346 unit, naik 24 gerai baru dibandingkan akhir 2025. Ekspansi difokuskan pada kota‑kota tier 2 dan tier 3, termasuk Tasikmalaya, Sidoarjo, dan Kediri, dengan konsep gerai Satelit, Medium, hingga Flagship yang menargetkan segmen premium affordable.
Selain kopi, perusahaan juga mengembangkan lini produk Fore Donut. Saat ini terdapat dua gerai Fore Donut di Lippo Mall Karawaci dan Panglima Polim, dan rencana ekspansi akan memperluas jangkauan ke wilayah di luar Jakarta dan Tangerang.
Dividen dan Kebijakan Pemegang Saham
Menanggapi kinerja yang kuat, FORE memutuskan pembagian dividen sebesar Rp229 per saham untuk tahun buku 2025, setara dengan total Rp1,10 triliun atau sekitar 50% dari laba bersih tahun tersebut. Dividen interim sebesar Rp59 per saham telah dibayarkan pada Oktober 2025, sementara dividen final Rp170 per saham dijadwalkan dibayarkan pada 15 Mei kepada pemegang saham yang tercatat per 4 Mei.
Struktur Keuangan dan Prospek Kedepan
Per 31 Maret 2026, total aset FORE tercatat Rp1,16 triliun, naik 0,35% dibandingkan akhir 2025. Komposisi aset terdiri dari liabilitas Rp474,11 miliar dan ekuitas Rp690,14 miliar, menunjukkan posisi keuangan yang relatif stabil.
Direktur Strategi dan Pengembangan Korporasi, Fahmi Rachmattulah, menegaskan bahwa industri kopi Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Fore Kopi berencana melanjutkan pengembangan gerai ke berbagai kota di Indonesia, sambil mempertahankan konsep premium affordable untuk menjaga loyalitas pelanggan.
Secara keseluruhan, kombinasi peningkatan penjualan, ekspansi jaringan gerai, serta kebijakan dividen yang menarik memperkuat posisi FORE sebagai salah satu pemain utama di industri kopi domestik. Dengan prospek pasar kopi yang terus menguat, perusahaan diperkirakan akan terus mencatat pertumbuhan yang solid pada kuartal‑kuartal berikutnya.




