Gandeng ILO, OJK Digitalisasi Data Peternak Sapi Perah untuk Akses Pembiayaan Formal
Gandeng ILO, OJK Digitalisasi Data Peternak Sapi Perah untuk Akses Pembiayaan Formal

Gandeng ILO, OJK Digitalisasi Data Peternak Sapi Perah untuk Akses Pembiayaan Formal

Frankenstein45.Com – 13 Juni 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan International Labour Organization (ILO) memulai inisiatif digitalisasi data peternak sapi perah di Jawa Timur. Program ini bertujuan meningkatkan inklusi keuangan bagi peternak serta mempermudah akses mereka ke pembiayaan formal dari lembaga keuangan.

Melalui proses digital, data identitas, produksi, dan riwayat kredit peternak akan terintegrasi dalam platform berbasis teknologi. Hal ini memungkinkan bank dan lembaga pembiayaan lainnya menilai kelayakan kredit secara lebih akurat dan cepat.

Tujuan utama program

  • Meningkatkan akses peternak ke produk pembiayaan formal seperti kredit modal kerja dan investasi peralatan.
  • Memperkuat basis data sektor peternakan untuk perencanaan kebijakan yang lebih tepat.
  • Mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas susu melalui pendanaan yang lebih mudah.
  • Menurunkan tingkat pinjaman informal dengan bunga tinggi.

Langkah pelaksanaan

  1. Pemetaan dan verifikasi data peternak di 12 kabupaten di Jawa Timur.
  2. Pengumpulan data produksi, kesehatan ternak, dan histori pembayaran.
  3. Integrasi data ke dalam sistem digital OJK yang terhubung dengan bank mitra.
  4. Penyuluhan kepada peternak tentang cara mengakses layanan keuangan melalui platform tersebut.

Manfaat yang diharapkan

Aspek Manfaat
Keuangan Peningkatan kredit formal, pengurangan pinjaman berbunga tinggi
Produktivitas Investasi pada peralatan modern, peningkatan produksi susu
Data Basis data terstandarisasi untuk kebijakan peternakan

Pejabat OJK menyatakan bahwa digitalisasi ini akan menjadi fondasi kuat bagi peternak kecil untuk berpartisipasi dalam pasar formal. Sementara ILO menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi melalui akses keuangan yang adil dan transparan.

Program diperkirakan akan mencakup lebih dari 15.000 peternak dalam dua tahun pertama, dengan harapan dapat memperluas jangkauan ke provinsi lain setelah fase pilot selesai.