Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | Ratusan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cirendeu, serta Universitas Pamulang (Unpam) menggelar aksi demonstrasi di gerbang Pancasila gedung DPR/MPR RI pada Senin (26/06/2023). Aksi tersebut berlangsung selama beberapa jam dan memadati area sekitar gedung legislatif.
Kelompok mahasiswa menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang mereka nilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat, serta menuduh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak memenuhi janji-janji reformasi yang dijanjikan selama kampanye. Mereka menuntut agar kedua pemimpin tersebut mengundurkan diri.
Selain itu, demonstran juga menyerukan pelaksanaan “Reformasi Jilid II”, sebuah agenda yang mencakup revisi konstitusi, perubahan sistem pemilu, desentralisasi kekuasaan, serta penegakan hukum yang lebih tegas terhadap korupsi dan nepotisme.
- Pengunduran diri Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
- Pembentukan tim independen untuk mengkaji dan menyusun Reformasi Jilid II.
- Penguatan mekanisme akuntabilitas lembaga legislatif dan eksekutif.
- Peningkatan transparansi dalam proses pemilihan umum.
Pihak DPR menanggapi aksi tersebut dengan menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan legislatif. Sekjen DPR menyatakan bahwa hak warga untuk menyampaikan aspirasi tetap dihormati, namun aksi di luar area yang ditetapkan dianggap melanggar peraturan keamanan gedung.
Polisi yang bertugas di sekitar gedung melaporkan adanya penangkapan beberapa demonstran yang melanggar peraturan demonstrasi. Sementara itu, pernyataan resmi dari kantor Kepresidenan belum keluar pada saat penulisan artikel ini.
Para pengamat politik menilai aksi mahasiswa ini mencerminkan kekecewaan sebagian publik terhadap jalannya pemerintahan saat ini. Mereka memperkirakan tekanan publik dapat memengaruhi agenda reformasi di masa mendatang, meskipun realisasi kebijakan tersebut masih memerlukan dukungan luas di parlemen.




