Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank‑Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2024. Pertemuan dua pemimpin ini difokuskan pada upaya memperkuat kerja sama ekonomi, khususnya di bidang investasi dan ketahanan energi, di tengah dinamika geopolitik yang semakin tidak menentu.
Dalam diskusi, Prabowo menekankan pentingnya menarik lebih banyak investasi asing langsung (FDI) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, teknologi, serta sektor industri berkelanjutan. Ia menyoroti beberapa bidang prioritas yang dianggap memiliki potensi sinergi dengan Jerman, antara lain:
- Energi terbarukan, khususnya tenaga angin dan surya
- Hidrogen hijau dan teknologi penyimpanan energi
- Industri manufaktur berteknologi tinggi
- Transportasi ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik
- Digitalisasi dan industri 4.0
Steinmeier menanggapi bahwa Jerman siap memperluas investasi di Indonesia, khususnya melalui kemitraan strategis dengan perusahaan‑perusahaan Jerman yang memiliki keahlian dalam teknologi bersih dan inovasi industri. Ia juga menekankan pentingnya stabilitas regulasi dan kepastian hukum sebagai faktor kunci bagi para investor.
Isu ketahanan energi menjadi poin utama pembicaraan, mengingat fluktuasi harga energi global dan tantangan pasokan yang dipicu oleh konflik internasional. Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat dialog bilateral dalam rangka mengamankan pasokan energi, mempercepat transisi menuju energi bersih, serta mengeksplorasi peluang kerjasama dalam pengembangan infrastruktur gas alam dan jaringan listrik pintar.
Selain itu, Prabowo mengajak Jerman untuk berperan aktif dalam program pemerintah Indonesia yang menargetkan pencapaian bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. Steinmeier menyatakan dukungan Jerman untuk program tersebut dan menyarankan pertukaran pengetahuan teknis serta pelatihan sumber daya manusia.
Pertemuan ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam beberapa proyek pilot, termasuk pembangunan taman energi surya di wilayah Jawa Barat dan studi kelayakan untuk pembangkit hidrogen hijau di Pulau Jawa. Kedua pihak juga sepakat untuk meningkatkan frekuensi kunjungan pejabat tinggi guna memantau implementasi hasil kerja sama.
Secara keseluruhan, kunjungan Presiden Steinmeier menandai langkah signifikan dalam memperdalam hubungan Indonesia‑Jerman, khususnya pada sektor investasi dan energi. Kedepannya, diharapkan sinergi yang terbangun dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menambah volume investasi asing yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.




