Frankenstein45.Com – 01 Juli 2026 | Geely Indonesia mengumumkan peningkatan signifikan pada kapasitas produksi mobil listrik EX2 yang diproduksi secara lokal. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia dan mendukung transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.
Awalnya, pabrik di Cikarang, Jawa Barat, mampu memproduksi sekitar 5.000 unit EX2 per tahun. Dengan investasi tambahan serta penambahan lini perakitan, kapasitas produksi kini dapat mencapai 10.000 unit, dua kali lipat dari kapasitas sebelumnya. Peningkatan ini diperkirakan akan selesai pada kuartal kedua 2025.
Faktor Pendorong
- Permintaan pasar yang terus meningkat: Penjualan mobil listrik di Indonesia tumbuh lebih dari 30% pada tahun lalu, khususnya di segmen kendaraan perkotaan.
- Komitmen pemerintah: Insentif fiskal, target penurunan emisi CO₂, dan dukungan infrastruktur pengisian mempercepat adopsi EV.
- Strategi Geely: Mengoptimalkan jaringan pemasok lokal untuk menurunkan biaya produksi dan mempercepat rantai pasokan.
Dampak terhadap Industri Otomotif Nasional
Peningkatan kapasitas memungkinkan Geely menurunkan harga jual EX2, menjadikannya lebih kompetitif dibandingkan rival seperti Nissan Leaf atau Hyundai Kona Electric. Harga yang lebih terjangkau diharapkan memperluas penetrasi pasar, terutama di kota‑kota besar.
Selain itu, proyek ekspansi akan menciptakan lapangan kerja tambahan, diperkirakan menambah sekitar 300 tenaga kerja langsung dan 1.000 tenaga kerja tidak langsung di sektor pemasok.
Langkah Selanjutnya
Geely berencana memperluas jaringan dealer serta layanan purna jual, termasuk pembukaan pusat layanan khusus EV pada tahun 2026. Perusahaan juga menyiapkan program pelatihan teknisi bagi mekanik yang akan menangani perawatan kendaraan listrik.
Pengamat industri memperkirakan langkah ini akan memperkuat posisi Geely di pasar Asia Tenggara dan mendorong lebih banyak produsen asing untuk mengadopsi model produksi lokal serupa.




