Selandia Baru Rayakan Matariki Lewat Kuliner Fusion Indonesia
Selandia Baru Rayakan Matariki Lewat Kuliner Fusion Indonesia

Selandia Baru Rayakan Matariki Lewat Kuliner Fusion Indonesia

Frankenstein45.Com – 01 Juli 2026 | Dalam rangka memperingati Matariki, perayaan tahun baru Māori yang menandai munculnya bintang-bintang di langit selatan, Kedutaan Besar Selandia Baru di Indonesia bekerja sama dengan New Zealand Trade and Enterprise (NZTE) menggelar acara kuliner unik di Jakarta. Acara tersebut menampilkan konsep “fusion” antara masakan Indonesia dan cita rasa Selandia Baru, memperkuat hubungan budaya dan ekonomi antara kedua negara.

Matariki, yang secara tradisional dirayakan dengan upacara, musik, tarian, dan makanan khas, dijadikan ajang untuk menampilkan inovasi kuliner. Chef Indonesia terkemuka bersama chef asal Selandia Baru berkolaborasi menciptakan menu yang menggabungkan bahan-bahan lokal seperti rendang, sambal, dan tempe dengan produk unggulan NZ seperti salmon, lamb, dan kiwi.

  • Rendang Kiwi: daging sapi berempah yang dimasak perlahan dengan tambahan potongan kiwi segar, memberikan sentuhan asam yang menyeimbangkan rasa.
  • Sambal Salmon: salmon asap Selandia Baru disajikan dengan sambal pedas khas Indonesia, menghasilkan perpaduan rasa gurih dan pedas.
  • Tempe Lamb Roast: tempe goreng dipadukan dengan daging kambing panggang NZ, disajikan dengan saus rosemary.

Para peserta acara tidak hanya dapat mencicipi hidangan, tetapi juga belajar tentang filosofi di balik Matariki. Dalam sebuah sesi dialog, perwakilan Kedutaan Besar menekankan pentingnya kolaborasi kreatif sebagai jembatan perdagangan dan pariwisata. “Matariki mengajarkan kita untuk menghargai masa lalu sambil menatap masa depan,” ujar duta besar Selandia Baru untuk Indonesia.

Acara ini juga menampilkan pertunjukan musik tradisional Māori dan tarian Jaipongan, menciptakan suasana yang meriah dan multikultural. Selain itu, para pengusaha makanan dan minuman dari kedua negara memanfaatkan kesempatan ini untuk menjajaki peluang investasi, khususnya dalam pengembangan produk makanan beku dan restoran bertema Asia‑Pasifik.

Keberhasilan perayaan ini diharapkan menjadi contoh bagi inisiatif serupa di masa mendatang, memperkuat ikatan bilateral melalui budaya, kuliner, dan inovasi. Seluruh kegiatan berlangsung selama tiga hari di Hotel Indonesia Kempinski, dengan antusiasme tinggi dari media, kalangan kuliner, dan masyarakat umum.