Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa generasi Z kini menyumbang 26,4 persen dari total penduduk Indonesia, menandai pergeseran struktural dalam demografi bangsa.
Generasi Z didefinisikan sebagai kelompok yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Dengan proporsi lebih dari seperempat penduduk, mereka menjadi segmen terbesar setelah generasi milenial. Pertumbuhan ini dipicu oleh tingginya angka kelahiran pada awal milenium serta penurunan angka kematian.
Sulawesi Tengah, salah satu provinsi di wilayah Indonesia Tengah, secara resmi masuk ke dalam zona bonus demografi. Artinya, rasio penduduk usia produktif (15-64 tahun) kini melebihi rasio penduduk non‑produktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas). Kondisi ini membuka peluang bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi bila potensi tenaga kerja muda dimanfaatkan secara optimal.
| Kelompok Usia | Persentase Nasional |
|---|---|
| 0-14 tahun | 25,3% |
| 15-64 tahun | 68,2% |
| 65 tahun ke atas | 6,5% |
Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas penduduk berada pada usia produktif, khususnya generasi Z yang kini menjadi bagian penting dari angkatan kerja masa depan. Pemerintah daerah Sulawesi Tengah diharapkan dapat meningkatkan investasi di bidang pendidikan, kesehatan, serta pelatihan keterampilan agar bonus demografi ini dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Namun, tantangan tetap ada. Tingginya permintaan lapangan kerja, kebutuhan akan infrastruktur yang memadai, dan kualitas sumber daya manusia harus dikelola dengan baik. Jika tidak, potensi bonus demografi dapat berbalik menjadi beban sosial.
Secara keseluruhan, dominasi Gen Z serta masuknya Sulawesi Tengah ke zona bonus demografi menandakan babak baru bagi perekonomian Indonesia, dengan harapan bahwa generasi muda dapat menjadi motor penggerak inovasi dan produktivitas nasional.




