Geng Motor Remaja Bawa Sajam Serang Warga di Makassar, Lima Pelaku Ditangkap Polisi
Geng Motor Remaja Bawa Sajam Serang Warga di Makassar, Lima Pelaku Ditangkap Polisi

Geng Motor Remaja Bawa Sajam Serang Warga di Makassar, Lima Pelaku Ditangkap Polisi

Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Video aksi geng motor yang mengayunkan senjata tajam di jalan Maccini Pasar Malam, Makassar, menjadi viral di media sosial pada Minggu (24/5) malam. Kejadian tersebut memicu kepanikan warga sekitar dan memaksa pihak kepolisian setempat melakukan operasi penangkapan yang berhasil mengamankan lima remaja sebagai tersangka.

Latar Belakang Insiden

Pada malam Minggu, sekitar pukul 22.00 WITA, sekelompok remaja berusia 15 hingga 17 tahun terlihat mengendarai sepeda motor berwarna putih, berboncengan, dan membawa senjata tajam jenis pisau. Mereka melaju dengan cepat di sepanjang Jalan Maccini Pasar Malam, sambil menebarkan ancaman kepada pejalan kaki dan pedagang pasar malam. Beberapa saksi melaporkan bahwa dua pelaku secara terang-terangan mengayunkan pisau mereka ke arah orang-orang di sekitarnya, menciptakan suasana mencekam.

Respons Polisi

Kapolsek Makassar, Kompol Mustari, mengonfirmasi bahwa unit Operasi Khusus Polsek Makassar (Opsnal) berhasil menangkap kelima pelaku pada Senin (25/5) sekitar pukul 03.00 WITA. Penangkapan dilakukan di kediaman masing-masing pelaku setelah menerima laporan tentang aksi penyerangan yang tersebar luas di media sosial.

Kelima tersangka diidentifikasi dengan inisial RA (16 tahun), AN (17 tahun), MR (16 tahun), M (15 tahun), dan MR (16 tahun). Dua di antara mereka, RA dan AN, diduga menjadi penggerak utama yang mengayunkan pisau selama penyerangan. Senjata tajam yang disita polisi berupa dua bilah pisau serta satu sepeda motor KLX berwarna putih yang dipakai saat kejadian.

Motif dan Penyidikan

Dalam interogasi awal, para tersangka mengaku bahwa aksi penyerangan dipicu oleh dendam lama yang melibatkan perselisihan pribadi. Mereka juga menyebutkan adanya bantuan dari sejumlah rekan di wilayah Panaikang, yang menambah kompleksitas penyelidikan.

Polisi terus mendalami keterlibatan kelompok lain serta mengumpulkan bukti digital dari video yang beredar luas. Barang bukti yang berhasil diamankan kini berada di Polsek Makassar untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Dampak Terhadap Masyarakat

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Makassar, khususnya para pedagang pasar malam yang khawatir akan keamanan pada malam hari. Beberapa warga mengimbau kepada pihak berwenang untuk meningkatkan patroli dan menghadirkan langkah preventif agar insiden serupa tidak terulang.

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku kekerasan, terutama yang melibatkan remaja. “Kami tidak akan segan menindak siapa pun yang mengancam keamanan publik, baik dengan senjata tajam maupun senjata lainnya,” tegas Kompol Mustari.

Reaksi Media dan Publik

Berita penangkapan ini cepat menyebar di berbagai platform media sosial, menimbulkan perdebatan tentang penyebab kekerasan remaja dan peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak. Beberapa netizen menilai bahwa faktor lingkungan dan kurangnya pengawasan menjadi pemicu utama, sementara yang lain menekankan pentingnya pendidikan karakter di sekolah.

Para ahli kriminologi mengingatkan bahwa intervensi dini, termasuk program pembinaan dan penyuluhan, dapat mengurangi risiko terjadinya aksi kekerasan di kalangan remaja. Mereka juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, kepolisian, dan organisasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman.

Dengan lima pelaku yang kini berada di tahanan dan barang bukti yang telah diamankan, proses hukum diharapkan dapat berjalan sesuai prosedur. Masyarakat menantikan keadilan ditegakkan dan keamanan kembali terjamin di wilayah Pasar Malam Maccini.

Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa aksi kekerasan, sekecil apapun, dapat memicu kepanikan massal dan mempengaruhi rasa aman warga. Upaya bersama antara aparat penegak hukum, keluarga, dan lembaga sosial menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.