Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Safor‑Valldigna, 23 Mei 2026 – Komunitas pendidikan dan sosial di wilayah Safor‑Valldigna kembali menunjukkan kekuatannya. Pada Jumat sore, tepatnya pukul 17.00 WIB, ribuan orang berkumpul di Plaza Sant Josep, Gandia, untuk menyaksikan aksi solidaritas sekaligus menggalang dana bagi para guru yang sedang melakukan mogok kerja tak terbatas. Kegiatan ini tidak hanya sekadar sarapan bersama, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa pendidikan publik tidak boleh dibiarkan terpuruk.
Latarnya: Mogok Guru yang Menuntut Kualitas Pendidikan
Guru‑guru di wilayah tersebut menggelar aksi mogok karena menuntut perbaikan yang menyentuh inti kualitas pendidikan: penurunan rasio siswa‑guru, penambahan tenaga pengajar, peningkatan layanan bagi anak berkebutuhan khusus, pengurangan birokrasi, serta perbaikan infrastruktur sekolah. Mereka menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar masalah upah, melainkan upaya mempertahankan hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Peran Aktif AMPA/AFA dan Masyarakat
Organisasi orang tua murid (AMPA) dan asosiasi keluarga (AFA) dari lebih dua puluh sekolah publik di Safor‑Valldigna menandatangani pernyataan dukungan bersama. Mereka menegaskan bahwa para guru tidak sendirian dalam perjuangan ini. “Kami siap menanggung beban ekonomi demi masa depan anak‑anak kami,” ujar salah satu perwakilan orang tua.
Berbagai institusi budaya, olahraga, dan sosial juga turut serta, memperkuat jaringan solidaritas yang meluas dari Gandia hingga Benifaió. Dukungan ini mencakup kontribusi dana, penyediaan logistik, serta penyebaran informasi melalui media lokal.
Acara Berenang Bersama ADOR Menjadi Sorotan
Salah satu titik fokus acara adalah sekolah CEIP La Murtera, ADOR – Palma de Gandia. Sekolah ini menjadi tuan rumah “Berenang Bersama ADOR”, sebuah kegiatan kolam renang terbuka yang mengundang siswa, orang tua, dan warga setempat untuk berpartisipasi. Selama sesi berenang, para peserta dapat menyumbangkan uang melalui “vidriola solidaria” yang ditempatkan di pinggir kolam. Semua hasil akan disalurkan ke “Caixa de Resistència”, dana yang dikelola khusus untuk menutupi kebutuhan hidup guru selama masa mogok.
Selain itu, konser musik edukatif yang menampilkan grup‑grup lokal turut menghidupkan suasana. Lagu‑lagu bertema pendidikan dan harapan menambah semangat para peserta, sekaligus menegaskan pesan bahwa pendidikan adalah aset bersama.
Daftar Sekolah dan Institusi yang Bergabung
- CEIP Enric Valor, Gandia
- CEIP Alfàndec, Tavernes de la Vall d’Igna
- CEIP Beato Carmelo, Real de Gandia
- CEIP Botànic Cavanilles, Gandia
- CEIP Divina Aurora, Tavernes de la Vall d’Igna
- CEIP Gregori Mayans i Ciscár, Bellreguard
- CEIP Jaume II el Just, Benifaió de la Vall d’Igna
- CEIP Joan XXIII, Grau i Platja
- CEIP La Murtera, ADOR – Palma de Gandia
- CEIP Mestre Rafael Noguera, Daimús
- CEIP Sant Antoni de Pàdua, Xeresa
- CEIP Sant Miquel, Tavernes de la Vall d’Igna
- CEIP Sant Pere Apòstol, Alqueria de la Comtessa
- CEIP Vall d’Igna, Simat de la Vall d’Igna
- CEIP Verge de la Font, Vilallonga
- CEIP Verge dels Desempatats, Oliva
- IES Jaume II el Just, Tavernes de la Vall d’Igna
- IES La Vall d’Igna, Tavernes de la Vall d’Igna
- IES Vall de la Safor, Vilallonga
- IES Veles e Vents, Grau i Platja
Harapan dan Tantangan ke Depan
Solidaritas yang tampak jelas di lapangan diharapkan menjadi sinyal kuat bagi pemerintah regional dan nasional. Para guru menuntut dialog terbuka, sementara orang tua menginginkan kebijakan yang memastikan setiap anak dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan mendukung.
Jika tekanan publik terus meningkat, ada kemungkinan negosiasi akan segera dimulai. Namun, para aktivis memperingatkan bahwa tanpa komitmen nyata, aksi-aksi serupa dapat berulang, mengganggu proses belajar mengajar dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.
Dengan dukungan luas dari komunitas, termasuk inisiatif kreatif seperti “Berenang Bersama ADOR”, gerakan ini menunjukkan bahwa pendidikan publik masih menjadi prioritas utama bagi warga Safor‑Valldigna. Kekuatan kolektif mereka menjadi bukti bahwa perubahan dapat terjadi bila semua pihak bersatu demi satu tujuan: masa depan generasi berikutnya.







