Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Gerindra menyuarakan kekecewaan atas pemasangan baliho peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dipasang oleh Pemerintah Kota Solo pada beberapa lokasi strategis menjelang tanggal 21 Juni 2024. Meskipun baliho tersebut menonjolkan ucapan selamat untuk Jokowi, partai Gerindra menyoroti tidak adanya ucapan serupa untuk Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang secara resmi tidak menghadiri perayaan tersebut.
Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, memang tidak berada di Solo pada saat perayaan, namun partai menilai bahwa keberadaan baliho yang menonjolkan satu tokoh politik tanpa memberikan ruang yang setara bagi tokoh lain, khususnya Prabowo, mencerminkan sikap partisan dari pemerintah daerah. “Kami menghargai penghormatan kepada Presiden, namun mengapa tidak ada ucapan atau penghargaan yang setara untuk Prabowo ketika beliau tidak hadir?” ujar juru bicara Gerindra dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta.
- Lokasi baliho: alun-alun Kota Solo, Stasiun Solo Balapan, Benteng Vastenburg.
- Ukuran baliho: masing-masing 8 meter x 4 meter.
- Waktu pemasangan: minggu pertama Juni 2024.
Pemerintah Kota Solo menjelaskan bahwa pemasangan baliho adalah bagian dari upaya memeriahkan perayaan HUT ke-65 Jokowi, serta sebagai bentuk apresiasi kepada presiden yang lahir di daerah Jawa Tengah. Namun, mereka tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai kritik Gerindra terkait ketidakhadiran ucapan untuk Prabowo.
Kritik ini muncul di tengah meningkatnya dinamika politik menjelang pemilihan umum berikutnya, di mana Gerindra dan partainya berupaya menegaskan posisi politiknya serta menuntut perlakuan setara dari pemerintah daerah dalam hal simbol-simbol publik.
Sejumlah pengamat politik menilai bahwa kontroversi ini lebih bersifat simbolik, namun dapat memengaruhi persepsi publik terhadap netralitas pemerintah daerah dalam mengelola simbol-simbol kenegaraan.




