Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Gubernur Jawa Barat Prabowo Subianto menegaskan bahwa belajar politik dari Nahdlatul Ulama (NU) merupakan strategi yang tak pernah gagal. Dalam sebuah wawancara, ia menyoroti peran signifikan kader NU yang telah menduduki sejumlah posisi menteri dalam kabinetnya.
Prabowo menyebutkan bahwa keberadaan tokoh-tokoh NU di pemerintahan bukan sekadar simbolik, melainkan kontribusi nyata dalam pengambilan kebijakan. Ia mencontohkan beberapa menteri yang berasal dari organisasi tersebut, menekankan bahwa nilai-nilai keagamaan, kebijaksanaan, dan jaringan luas yang dimiliki NU menjadi aset strategis bagi stabilitas politik.
Pengamat politik menilai pernyataan tersebut mencerminkan upaya memperkuat basis dukungan NU yang merupakan salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Selain itu, pernyataan ini juga dapat dilihat sebagai upaya memperluas koalisi menjelang pemilihan umum mendatang.
- NU memiliki jaringan keagamaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
- Kader NU yang berpengalaman sering kali memiliki latar belakang pendidikan dan administrasi yang kuat.
- Kehadiran NU dalam kabinet dapat meningkatkan legitimasi kebijakan pemerintah di mata umat Islam.
Secara keseluruhan, Prabowo mengajak partai-partai lain serta tokoh politik untuk meneladani keuletan dan kebijaksanaan NU dalam mengelola dinamika politik, dengan harapan strategi tersebut dapat menghasilkan kemenangan berkelanjutan.




