Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran tetap berada dalam posisi siaga tinggi meskipun tengah berlangsung pembicaraan diplomatik dengan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang dihadiri wartawan lokal dan internasional.
Ghalibaf menambahkan bahwa kesiapan militer bukanlah sinyal ancaman, melainkan langkah preventif untuk menjaga kedaulatan negara di tengah ketidakpastian geopolitik. Ia menegaskan bahwa Iran selalu menyiapkan diri untuk segala kemungkinan, termasuk eskalasi militer yang tidak diinginkan.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan Ghalibaf:
- Iran terus meningkatkan kemampuan pertahanan dengan modernisasi alutsista dan latihan bersama unit-unit elite.
- Negosiasi dengan Amerika Serikat tetap berjalan, namun Iran tidak akan menurunkan status siaga militer hingga ada kepastian konkret.
- Pemerintah menolak tekanan eksternal yang dianggap mengancam kepentingan nasional.
Sementara itu, pihak Amerika Serikat menyatakan keinginan untuk melanjutkan dialog yang dapat menghasilkan kesepakatan terkait program nuklir Iran. Namun, pernyataan Ghalibaf menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana kedua belah pihak dapat mencapai titik temu tanpa mengorbankan keamanan masing‑masing.
Pengamat politik menilai bahwa sikap siaga militer Iran dapat menjadi faktor penyeimbang dalam proses tawar‑menawar, namun juga berpotensi menambah ketegangan regional jika tidak dikelola dengan hati‑hati. Situasi ini menuntut diplomasi yang cermat serta komitmen bersama untuk mencegah konflik terbuka.




