Frankenstein45.Com – 20 Juni 2026 | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, mengunjungi acara Penelitian dan Penyuluhan Pertanian (PENAS) ke-17 yang dilaksanakan di Gorontalo. Pada kesempatan tersebut, Gibran berdialog langsung dengan kelompok petani dan nelayan setempat untuk mendengar secara rinci berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam upaya meningkatkan produksi pangan dan kelautan.
Diskusi mengungkap bahwa para petani menyoroti kebutuhan akan peningkatan infrastruktur irigasi, akses ke bibit unggul, serta dukungan pembiayaan yang lebih fleksibel. Sementara itu, nelayan menekankan pentingnya fasilitas penyimpanan ikan yang memadai, perbaikan armada kapal, dan pelatihan teknologi penangkapan yang ramah lingkungan.
Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti semua masukan tersebut dengan langkah konkrit, antara lain:
- Membentuk tim lintas sektoral yang melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Badan Usaha Milik Negara terkait.
- Mempercepat pelaksanaan program pertanian berkelanjutan, termasuk penyediaan bibit unggul dan peningkatan jaringan irigasi.
- Memberikan paket kredit mikro khusus untuk petani dan nelayan dengan bunga bersubsidi.
- Menyelenggarakan pelatihan teknologi pertanian pintar dan penangkapan ikan ramah lingkungan secara berkala.
- Mengoptimalkan pemasaran produk lokal melalui platform digital pemerintah.
Berikut rangkuman masukan petani dan nelayan beserta rencana aksi pemerintah:
| Kelompok | Masukan Utama | Rencana Aksi Pemerintah |
|---|---|---|
| Petani | Akses bibit unggul, irigasi, pembiayaan fleksibel | Distribusi bibit, pembangunan irigasi mikro, kredit subsidi |
| Nelayan | Fasilitas penyimpanan, armada kapal, teknologi ramah lingkungan | Penyediaan cold storage, subsidi kapal, pelatihan eco‑fishing |
Gibran menutup pertemuan dengan menekankan bahwa kemandirian pangan nasional tidak dapat tercapai tanpa partisipasi aktif dari petani dan nelayan. Pemerintah berjanji akan memantau implementasi program secara berkelanjutan dan melaporkan progresnya dalam rapat koordinasi bulanan.
Diharapkan, dengan sinergi antara kebijakan pemerintah dan upaya lapangan para pelaku sektor pertanian serta perikanan, target ketahanan pangan Indonesia pada tahun 2025 dapat tercapai secara lebih cepat.




