Frankenstein45.Com – 06 Mei 2026 | Atlet loncat indah Indonesia, Gladies Lariesa Garina Haga Kore, memanfaatkan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 sebagai sarana penting untuk membiasakan diri berkompetisi di level tertinggi. Kejurnas ini, yang diadakan secara rutin setiap dua tahun, menjadi panggung utama bagi para atlet untuk mengukur kemampuan, mengasah teknik, serta menguji mental dalam situasi kompetitif.
Gladies, yang telah menunjukkan performa konsisten di ajang internasional, menekankan bahwa pengalaman kompetisi di dalam negeri sangat krusial bagi perkembangan atlet muda. “Melalui Kejurnas, kami dapat merasakan tekanan dan dinamika kompetisi yang sesungguhnya, sehingga persiapan menuju ajang internasional menjadi lebih terarah,” ujarnya dalam konferensi pers sebelum perlombaan.
Beberapa aspek yang menjadi fokus Gladies selama Kejurnas antara lain:
- Teknik Lompat: Penyempurnaan gerakan take‑off, puncak, dan masuk air untuk memaksimalkan nilai estetika.
- Kondisi Fisik: Peningkatan kekuatan inti dan daya tahan otot melalui program latihan berkelanjutan.
- Strategi Kompetisi: Analisis lawan dan penyesuaian taktik berdasarkan penilaian juri.
- Manajemen Stres: Latihan mental untuk menjaga fokus pada saat eksekusi.
Selain itu, Gladies juga menyoroti peran pelatih dan tim medis dalam menciptakan lingkungan latihan yang mendukung. Kolaborasi antara pelatih teknik, fisioterapis, dan ahli gizi dianggap penting untuk menjaga performa puncak selama periode kompetisi yang padat.
Kejurnas 2026 diharapkan menjadi ajang penentu bagi calon wakil Indonesia pada kejuaraan internasional mendatang, termasuk Asian Games dan Olimpiade. Dengan semakin banyak atlet muda yang terlibat, kompetisi ini juga berfungsi sebagai platform scouting bagi federasi untuk menemukan talenta baru.
Keberhasilan Gladies dalam menjadikan Kejurnas sebagai ajang pembiasaan kompetisi diharapkan dapat menginspirasi generasi berikutnya, memperkuat budaya kompetitif, dan meningkatkan prestasi Indonesia di kancah loncat indah dunia.




