Glamor Pink! Bridesmaid Syifa Hadju Tampil Kompak di Luncheon Pernikahan
Glamor Pink! Bridesmaid Syifa Hadju Tampil Kompak di Luncheon Pernikahan

Glamor Pink! Bridesmaid Syifa Hadju Tampil Kompak di Luncheon Pernikahan

Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Jakarta, 28 April 2026 – Setelah prosesi akad nikah yang megah di Dian Ballroom Raffles Hotel, pasangan selebriti Syifa Hadju dan El Rumi melanjutkan perayaan ke acara bridal luncheon yang dihadiri 12 sahabat terdekat sang pengantin. Momen ini menjadi sorotan utama media karena para bridesmaid menampilkan keseragaman busana berwarna pink lembut yang menambah kesan feminin sekaligus modern.

Daftar resmi bridesmaid terdiri dari Margin Wieheerm, Tengku Nadira, Adnan Kesha, Ratuliu Jovanka, Alexandra Haviza, Devi Anjani, Steffi Zamora, Shabrina Luna, Elina Joerg, Mikha Tambayong, Aliza Raisya, Qanita Rebecca Klopper. Keseluruhan 12 perempuan ini dikenal sebagai sahabat sejak masa sinetron “Mermaid in Love”, sehingga kehadiran mereka bukan sekadar formalitas melainkan wujud dukungan emosional bagi Syifa.

Konsep Busana Pink yang Serasi

Desainer Wiranti Kurnia menjadi otak kreatif di balik kebaya bridesmaid. Setiap kebaya dibuat dari bahan sutra berkualitas, berwarna terracotta‑pink yang dipadukan dengan selendang mauve senada. Warna pink yang dipilih tidak hanya mencerminkan tema romantis pernikahan, namun juga menonjolkan kehangatan persahabatan. Detail bordir tradisional Jawa pada bagian leher dan lengan menambah nuansa adat tanpa mengurangi kesan kontemporer.

Para bridesmaid menata rambut dalam sanggul rapi, diperkaya dengan aksesori bunga mawar putih serta pita berwarna pink. Bagi yang berbusana hijab, seperti Tengku Nadira dan Rebecca Klopper, hijab dipilih dalam warna mauve pastel yang selaras dengan selendang, menciptakan siluet elegan yang tetap menghormati nilai budaya.

Rangkaian Acara Luncheon

Luncheon dimulai dengan sambutan hangat dari El Rumi, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada sahabat‑sahabatnya yang telah mendampingi perjalanan cinta sejak masa remaja. Selanjutnya, para bridesmaid mempersembahkan tarian singkat yang diiringi musik pop‑jazz, menambah suasana ceria dan dinamis. Hidangan yang disajikan mengusung konsep “pink cuisine”, meliputi cocktail raspberry, salad stroberi, serta kue mousse pink yang menjadi pusat foto Instagram.

Selama acara, kamera tak lepas dari detail busana. Setiap kebaya dihiasi bunga segar yang diletakkan di pinggang, menciptakan efek tiga dimensi pada siluet. Warna pink yang dipilih tidak hanya hadir pada pakaian, melainkan juga pada pernak-pernik meja, lilin, dan bahkan pada perhiasan ringan seperti anting berwarna rose gold.

Reaksi Publik dan Media Sosial

Netizen dengan cepat mengunggah foto-foto bridesmaid di berbagai platform, menandai akun resmi Syifa dan El Rumi. Banyak komentar memuji keserasian warna dan keberanian mengusung tema pink yang “berani namun anggun”. Beberapa pengguna media sosial menyoroti kesan kekompakan grup, menuliskan bahwa “warna pink ini menjadi simbol persahabatan yang tetap bersinar meski berada di bawah sorotan publik”.

Pengamat fashion menilai bahwa pilihan warna pink pada bridesmaid luncheonnya menandai tren baru dalam pernikahan selebriti Indonesia, di mana warna-warna pastel dipadukan dengan elemen tradisional. Hal ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pasangan muda yang merencanakan pernikahan dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Bridesmaid luncheon Syifa Hadju tidak sekadar melengkapi acara pernikahan, melainkan menjadi panggung showcase mode yang memadukan tradisi Jawa dengan sentuhan modern berwarna pink. Keberhasilan acara ini terletak pada koordinasi yang matang antara desainer, tim acara, dan para sahabat yang tampil kompak. Penampilan mereka tidak hanya memperkaya visual pernikahan, tetapi juga menegaskan nilai persahabatan sebagai fondasi kuat dalam sebuah ikatan pernikahan.