GPCI Ungkap Sembilan WNI dalam Misi Kemanusiaan GSF 2.0 Diserang Pasukan Israel
GPCI Ungkap Sembilan WNI dalam Misi Kemanusiaan GSF 2.0 Diserang Pasukan Israel

GPCI Ungkap Sembilan WNI dalam Misi Kemanusiaan GSF 2.0 Diserang Pasukan Israel

Frankenstein45.Com – 19 Mei 2026 | Kelompok Persatuan Kemanusiaan Internasional (GPCI) mengonfirmasi bahwa sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dalam misi bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 mengalami penyergapan oleh pasukan Israel di perairan lepas pantai Jalur Gaza pada tanggal 18 Mei 2026. Penyergapan tersebut terjadi saat kapal relawan yang membawa bantuan medis, makanan, dan perlengkapan dasar berusaha menembus blokade maritim yang diterapkan Israel.

Berikut ini daftar sembilan WNI yang terlibat dalam misi tersebut:

  • Ahmad Fauzi (Jakarta)
  • Siti Nurhaliza (Bandung)
  • Rizky Pratama (Surabaya
  • Lestari Dewi (Yogyakarta)
  • Andi Saputra (Medan)
  • Dewi Anggraini (Semarang)
  • Hendra Kurniawan (Palembang)
  • Maria Sari (Bali)
  • Firman Hadi (Makassar)

GPCI menilai tindakan Israel melanggar konvensi internasional tentang bantuan kemanusiaan, khususnya dalam situasi konflik bersenjata. Pimpinan GPCI, Dr. Budi Santoso, menegaskan bahwa misi GSF 2.0 bertujuan menyalurkan bantuan kepada penduduk sipil yang terdampak blokade, bukan untuk mendukung tindakan militer apapun.

Reaksi pemerintah Indonesia masih dalam proses. Kementerian Luar Negeri menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut dan menuntut penjelasan resmi dari pihak Israel serta jaminan keamanan bagi WNI yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan di luar negeri.

Sementara itu, komunitas internasional menanggapi dengan seruan untuk menghormati zona aman bantuan kemanusiaan dan membuka akses bebas bagi kapal bantuan yang tidak bersenjata. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Palang Merah Internasional (PMI) juga mengirimkan pernyataan dukungan terhadap upaya bantuan yang terhambat.