Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan adanya pertimbangan untuk memperpanjang jaringan Light Rail Transit (LRT) yang saat ini beroperasi dari Stasiun Velodrome ke arah Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 serta Bandara Internasional Soekarno‑Hatta. Ide ini muncul seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas penduduk di wilayah barat Jakarta dan sekitarnya.
Dalam pernyataannya, Pramono menekankan bahwa perpanjangan jalur LRT dapat menjadi solusi alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama pada jam‑jam sibuk yang biasanya menyumbat akses ke kawasan industri, perumahan, serta gerbang masuk bandara. Ia menambahkan bahwa studi kelayakan teknis dan finansial akan segera dilakukan bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan PT LRT Jakarta.
Berikut beberapa poin utama yang diharapkan tercapai bila proyek perpanjangan LRT terlaksana:
- Meningkatkan konektivitas: Memudahkan penumpang dari wilayah PIK 2 dan sekitarnya untuk langsung mengakses jaringan LRT tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi atau angkutan umum konvensional.
- Pengurangan emisi: Dengan beralih ke transportasi listrik, diharapkan dapat menurunkan tingkat polusi udara di area yang selama ini mengalami tekanan kendaraan bermotor tinggi.
- Stimulus ekonomi: Pembangunan infrastruktur baru akan membuka peluang kerja bagi tenaga kerja lokal serta mendukung pertumbuhan bisnis di sekitar stasiun yang akan dibangun.
- Integrasi dengan moda lain: Rencana tersebut mencakup penyediaan fasilitas park‑and‑ride, bus feeder, serta jalur sepeda yang terhubung langsung ke terminal LRT baru.
Pramono juga menyinggung bahwa penyesuaian anggaran dan pencarian sumber pendanaan, termasuk kemungkinan kerjasama dengan pihak swasta, menjadi langkah krusial sebelum proyek dapat dimasuki tahap konstruksi. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melaksanakan proyek ini secepat mungkin, mengingat urgensi peningkatan layanan transportasi publik di ibu kota.
Jika rencana perpanjangan LRT ke PIK 2 dan Bandara Soekarno‑Hatta terealisasi, jaringan LRT DKI Jakarta akan meluas hingga sekitar 45 kilometer, menambah kapasitas penumpang harian serta memperkuat posisi LRT sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan yang ramah lingkungan.




