Frankenstein45.Com – 29 Juni 2026 | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan bahwa Festival Fulan Fehan telah bertransformasi menjadi motor penggerak utama ekonomi di kawasan perbatasan provinsi. Dalam sambutan resmi yang disampaikan pada acara pembukaan festival tanggal 12 Mei 2024, beliau menyoroti peran strategis festival dalam memperkuat konektivitas ekonomi antara NTT dan wilayah tetangga.
Festival yang digelar selama tiga hari di kota Kupang ini menampilkan rangkaian kegiatan yang meliputi pertunjukan seni budaya, pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta lomba kuliner khas daerah perbatasan. Seluruh program dirancang untuk memberikan panggung bagi pelaku ekonomi lokal agar dapat memasarkan produk mereka secara langsung kepada pengunjung, baik warga setempat maupun wisatawan dari negara tetangga.
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Jumlah Pengunjung | 78.000 orang |
| UMKM yang Berpartisipasi | 312 usaha |
| Penjualan Ritel | Rp 12,8 miliar |
| Peningkatan Pendapatan Daerah | Rp 3,4 miliar |
Gubernur Lena menambahkan bahwa dampak ekonomi tidak hanya terlihat dari peningkatan pendapatan, tetapi juga dari terciptanya lapangan kerja temporer dan peluang kolaborasi lintas sektoral. Ia menekankan pentingnya melanjutkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas budaya untuk memastikan festival menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan.
Ke depan, pemerintah provinsi berencana memperluas jangkauan Festival Fulan Fehan ke wilayah perbatasan lain, dengan menambahkan program pelatihan keterampilan bagi para pengrajin dan memperkuat jaringan distribusi produk lokal melalui platform digital. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi perbatasan sekaligus mempromosikan keunikan budaya NTT ke panggung internasional.




