Frankenstein45.Com – 21 Mei 2026 | Pada sore hari Rabu, 20 Mei 2026, sebuah gudang ekspedisi yang terletak di kawasan Depok menyala api secara tiba-tiba, menimbulkan kepanikan di antara warga sekitar. Api yang mulai melalap bagian depan gudang cepat menyebar ke area penyimpanan, sementara terdengar suara ledakan keras yang menyerupai kembang api, menambah intensitas situasi darurat.
Kronologi Kejadian
Menurut saksi mata, kebakaran dimulai sekitar pukul 16.30 WIB. Seorang pekerja yang sedang berada di dalam gudang melaporkan bahwa ia melihat percikan api di dekat salah satu rak penyimpanan yang dipenuhi kardus dan bahan kimia ringan. Tidak lama kemudian, kilatan terang diikuti oleh suara letusan yang berulang kali terdengar dari dalam bangunan.
Salah satu saksi, Budi (28) yang sedang berada di kedai kopi terdekat, mengatakan: “Saya sedang menunggu teman, tiba-tiba terdengar dentuman keras, seperti kembang api. Saya langsung melihat asap tebal naik dari gudang dan api mengamuk.”
Penyebab Dugaan dan Analisis Awal
Tim penyelidikan awal dari Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Depok mencatat bahwa kemungkinan besar kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada sistem pencahayaan gudang. Kondisi instalasi listrik yang sudah tua dan tidak terawat menjadi faktor utama yang memungkinkan terjadinya percikan api. Selain itu, keberadaan bahan mudah terbakar seperti kardus, plastik, dan tabung gas di dalam gudang mempercepat penyebaran api.
Para penyelamat juga mencatat bahwa sebagian ledakan terdengar kemungkinan berasal dari tabung gas propana yang berada di sudut gudang. Tekanan tinggi pada tabung yang terpapar api dapat menghasilkan ledakan berderak yang meniru suara kembang api.
Respons Penanggulangan Kebakaran
Setelah menerima laporan, DPK Depok mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran lengkap dengan peralatan pemadam foam dan selang berkapasitas tinggi. Tim pemadam kebakaran bersama warga setempat yang membantu dengan selang air pribadi serta ember, berusaha mengendalikan api selama lebih dari dua jam.
Selama proses pemadaman, beberapa bagian bangunan mengalami keruntuhan sebagian karena suhu tinggi yang menyebabkan struktur kayu melunak. Petugas harus berhati-hati agar tidak terjepit oleh reruntuhan yang dapat membahayakan keselamatan mereka.
Dampak dan Kerugian
- Kerusakan properti: Sekitar 70 persen luas gudang rusak parah, termasuk peralatan logistik, rak penyimpanan, dan barang-barang yang sedang diproses.
- Kerugian ekonomi: Perkiraan nilai kerugian mencapai Rp 1,2 miliar, mengingat nilai barang dan infrastruktur yang hilang.
- Gangguan layanan: Aktivitas ekspedisi di wilayah tersebut terhenti selama tiga hari, memaksa pelanggan mencari alternatif pengiriman.
- Risiko kesehatan: Asap tebal yang mengandung partikel berbahaya mengakibatkan beberapa warga melaporkan iritasi mata dan pernapasan, meskipun tidak ada korban jiwa.
Langkah-Langkah Penanggulangan Lanjutan
Setelah api berhasil dipadamkan pada pukul 19.00 WIB, tim DPK melakukan inspeksi menyeluruh untuk memastikan tidak ada sisa api yang dapat menyulut kembali. Selanjutnya, polisi setempat menutup area sekitar gudang untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab kebakaran dan potensi kelalaian pemilik.
Pemerintah Kota Depok berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap instalasi listrik di bangunan komersial, serta mengadakan sosialisasi tentang prosedur keselamatan kebakaran bagi pelaku usaha logistik.
Insiden ini menambah daftar kebakaran yang terjadi di wilayah Jabodetabek dalam dua pekan terakhir, termasuk kebakaran di kios percetakan Jatinegara yang juga melibatkan ledakan terdengar. Peningkatan frekuensi kebakaran ini menimbulkan keprihatinan akan kesiapan infrastruktur keamanan di area padat penduduk.
Dengan demikian, penting bagi semua pihak—pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat—untuk berkolaborasi dalam memperbaiki standar keselamatan, melakukan inspeksi rutin, dan menyediakan peralatan pemadam yang memadai, demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.




