Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera (GWS), Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd., menekankan pentingnya institusi pendidikan menyediakan ruang digital yang aman bagi siswa dan tenaga pendidik. Menurutnya, transformasi pembelajaran ke platform daring menuntut perlindungan yang memadai terhadap data pribadi, konten berbahaya, serta interaksi yang tidak pantas.
Ia mengingatkan bahwa banyak kasus penyalahgunaan media sosial, cyberbullying, dan pencurian data terjadi di lingkungan sekolah yang belum memiliki kebijakan keamanan siber yang kuat. Tanpa mekanisme perlindungan, proses belajar mengajar dapat terganggu dan menimbulkan dampak psikologis negatif pada generasi muda.
GWS mengusulkan beberapa langkah konkret yang dapat diimplementasikan oleh lembaga pendidikan:
- Menyusun kebijakan penggunaan internet yang jelas, termasuk batasan akses dan prosedur pelaporan konten tidak sesuai.
- Menetapkan perangkat lunak keamanan (antivirus, filter konten) pada semua perangkat yang terhubung ke jaringan sekolah.
- Mengintegrasikan pendidikan literasi digital dalam kurikulum, sehingga siswa memahami risiko online serta cara melindungi diri.
- Melakukan pelatihan rutin bagi guru dan staf IT tentang penanganan insiden siber.
- Membangun tim respons cepat yang dapat menanggapi laporan pelanggaran dalam waktu singkat.
Selain itu, Giwo menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan internet, dan pihak swasta untuk menciptakan ekosistem digital yang terjamin. Dukungan regulasi yang tegas serta pendanaan yang cukup untuk infrastruktur keamanan menjadi kunci utama.
Dengan menerapkan langkah‑langkah tersebut, institusi pendidikan tidak hanya melindungi data dan reputasi mereka, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, bebas dari ancaman siber, dan mendukung perkembangan kompetensi digital generasi mendatang.







