Frankenstein45.Com – 10 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengundang jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN) ke Istana pada … untuk membahas sejumlah isu ekonomi penting. Pertemuan tersebut dipaparkan sebagai upaya sinergi antara pemerintah dan lembaga penasihat dalam merumuskan kebijakan fiskal dan moneter.
Berikut poin-poin utama yang dibicarakan dalam pertemuan:
- Strategi pengendalian inflasi di tengah tekanan harga pangan global.
- Rencana penyesuaian tarif pajak impor dan dampaknya terhadap neraca perdagangan.
- Upaya memperkuat investasi domestik melalui insentif bagi sektor UMKM.
- Evaluasi program stimulus ekonomi pasca‑pandemi dan alokasi anggaran selanjutnya.
- Koordinasi kebijakan antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan DEN untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
Presiden menegaskan bahwa fokus utama tetap pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa masukan dari DEN akan dijadikan landasan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) mendatang.
Selain agenda ekonomi, pertemuan tersebut juga menyentuh isu-isu struktural seperti reformasi birokrasi, digitalisasi layanan publik, serta peningkatan daya saing industri manufaktur nasional.
Dengan demikian, pertemuan di Istana diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan DEN, serta menghasilkan kebijakan yang responsif terhadap tantangan ekonomi domestik dan global.




