WasitResmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar
WasitResmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar

WasitResmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar

Frankenstein45.Com – 10 Juni 2026 | Seorang wasit resmi asal Somalia, Omar Artan, mengalami penolakan masuk ke Amerika Serikat menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Penolakan ini memicu sorotan internasional karena FIFA kemudian diminta menanggung biaya kompensasi senilai sekitar Rp1,6 miliar.

Omar Artan merupakan salah satu dari sekitar empat puluh pejabat pertandingan yang telah dipilih FIFA untuk mengawasi pertandingan-pertandingan di fase grup maupun lanjutan turnamen. Pengalaman internasionalnya termasuk menjadi bagian dari kompetisi CAF dan AFC, sehingga kehadirannya diharapkan menambah keberagaman wasit pada ajang terbesar sepak bola dunia.

  • Wasit: Omar Artan (Somalia)
  • Penolakan: Visa ditolak oleh US Department of State
  • Kompensasi yang diminta: Rp1,6 miliar
  • Pihak terkait: FIFA, Somali Football Federation (SFF), US Immigration

Reaksi dari federasi sepak bola Somalia menilai keputusan tersebut sebagai perlakuan tidak adil yang merugikan reputasi negara dan menurunkan semangat tim. SFF menuntut agar FIFA menanggung biaya tambahan yang timbul, termasuk biaya penggantian wasit dan kerugian administratif.

FIFA melalui departemen hukum menyatakan bahwa mereka akan meninjau permohonan kompensasi secara menyeluruh. Pihak organisasi menekankan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan imigrasi masing‑masing negara, sekaligus berupaya mencari pengganti yang memenuhi syarat dalam waktu singkat.

Jika tidak ada solusi cepat, FIFA diperkirakan akan menugaskan wasit pengganti dari negara lain yang telah mendapatkan persetujuan visa. Hal ini dapat menimbulkan perubahan dalam susunan panitia pertandingan dan menambah beban logistik pada masa persiapan turnamen.

Insiden serupa pernah terjadi pada beberapa kompetisi internasional sebelumnya, di mana pejabat pertandingan ditolak masuk karena isu visa atau keamanan. Kejadian ini menegaskan perlunya koordinasi lebih intens antara badan sepak bola dunia, otoritas imigrasi, dan pemerintah tuan rumah guna menghindari gangguan operasional pada event berskala global.

Ke depan, FIFA diharapkan dapat menyelesaikan sengketa kompensasi serta memastikan keberlangsungan pelatihan dan penempatan wasit yang telah direncanakan, demi menjamin kelancaran penyelenggaraan Piala Dunia 2026.