Frankenstein45.Com – 17 Juni 2026 | Hamas, kelompok militan yang menguasai sebagian Jalur Gaza, mengumumkan melalui pernyataan resmi bahwa mereka hanya bersedia menyerahkan persenjataan kepada Otoritas Palestina (PA) di Tepi Barat, menolak penyimpanan atau penyerahan kepada pihak internasional atau Israel.
Pernyataan itu disampaikan pada hari tertentu oleh juru bicara Hamas, menekankan bahwa kepemilikan senjata harus tetap berada dalam kendali rakyat Palestina dan tidak boleh menjadi alat tekanan politik luar.
- Penyerahan hanya kepada Otoritas Palestina
- Penolakan keterlibatan pihak internasional atau Israel
- Tujuan: memperkuat persatuan keamanan Palestina
Hamas menambahkan bahwa keputusan tersebut sejalan dengan prinsip perjuangan mereka untuk membela hak‑hak rakyat Palestina serta memastikan keamanan internal di wilayah Gaza.
Otoritas Palestina menyambut baik tawaran tersebut, menganggapnya sebagai langkah menuju persatuan keamanan antara Gaza dan Tepi Barat. Sementara Israel mengkritik, menilai bahwa kontrol Hamas atas senjata tetap menjadi ancaman.
Langkah ini dapat memengaruhi dinamika perundingan gencatan senjata dan proses rekonsiliasi internal Palestina. Penyatuan kontrol senjata dapat memperkuat posisi PA di mata komunitas internasional, namun menimbulkan tantangan logistik dan kepercayaan antara faksi Hamas dan Fatah.
Sejak 2007, Hamas menguasai Gaza setelah bentrok dengan Fatah, dan persenjataan mereka telah menjadi faktor utama dalam konflik berulang dengan Israel. Upaya sebelumnya untuk menukar senjata dengan Israel atau pihak ketiga seringkali gagal.
Jika penyerahan senjata dilaksanakan, proses verifikasi dan penyimpanan akan memerlukan pengawasan bersama, kemungkinan melibatkan pengamat internasional, namun Hamas menolak keterlibatan eksternal.
Penawaran Hamas untuk menyerahkan senjata hanya kepada otoritas Palestina menandai perubahan strategi politik yang dapat membuka ruang dialog lebih luas, meski tantangan kepercayaan masih tetap tinggi.




