Kemenbud: Tempe Bukti Daya Tahan Warisan Budaya Indonesia
Kemenbud: Tempe Bukti Daya Tahan Warisan Budaya Indonesia

Kemenbud: Tempe Bukti Daya Tahan Warisan Budaya Indonesia

Frankenstein45.Com – 17 Juni 2026 | Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa tempe, makanan tradisional berbahan dasar kedelai, merupakan contoh nyata bagaimana warisan budaya Indonesia dapat bertahan dan beradaptasi sepanjang masa.

Tempe pertama kali muncul pada abad ke-18 di wilayah Jawa Barat, kemudian menyebar ke seluruh nusantara. Proses fermentasi kedelai yang menghasilkan protein tinggi dan rasa khas membuat tempe tidak hanya menjadi makanan pokok, tetapi juga simbol kearifan lokal.

Faktor-faktor yang menjadikan tempe bukti daya tahan budaya

  • Adaptabilitas resep: Berbagai daerah menambahkan bumbu, sayuran, atau bahan lain sehingga variasi tempe sangat beragam.
  • Ketahanan ekonomi: Tempe diproduksi dengan biaya rendah, menjadikannya sumber protein yang terjangkau bagi masyarakat.
  • Pengakuan internasional: Pada 2019, tempe masuk dalam daftar makanan tradisional yang dilindungi oleh UNESCO, menegaskan nilai budaya dan kuliner yang universal.
  • Keberlanjutan lingkungan: Penggunaan kedelai lokal mengurangi jejak karbon dibandingkan daging konvensional.

Kementerian Kebudayaan berkomitmen memperkuat posisi tempe melalui program edukasi, pelatihan produksi bersertifikasi, dan promosi di pasar global. Upaya ini diharapkan tidak hanya melestarikan warisan kuliner, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani kedelai dan produsen kecil.

Dengan menempatkan tempe sebagai ikon daya tahan budaya, pemerintah berharap generasi muda dapat lebih menghargai nilai-nilai tradisional sekaligus mengintegrasikannya ke dalam inovasi kuliner modern.