Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | Rico Pramudia, seorang Kopral TNI yang ditugaskan di misi penjagaan perbatasan Lebanon selatan, meninggal dunia pada akhir April 2024 setelah hampir sebulan dirawat dalam kondisi kritis.
Latar Belakang Penempatan TNI di Lebanon
Sejak 2020, Indonesia mengirimkan pasukan tentara nasional Indonesia (TNI) ke Lebanon sebagai bagian dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) untuk membantu menjaga gencatan senjata, melindungi penduduk sipil, dan mencegah eskalasi konflik di wilayah perbatasan.
Serangan Israel dan Cedera Rico Pramudia
- 06 April 2024: Israel melakukan serangan udara di wilayah perbatasan Lebanon selatan sebagai respons terhadap tembakan roket yang diduga diluncurkan oleh kelompok Hizbullah.
- Rico Pramudia dan rekan-rekannya terkena ledakan bom yang menghantam posisi mereka.
- Rico mengalami luka bakar berat dan trauma kepala, langsung dilarikan ke rumah sakit militer di Beirut.
Perjalanan Medis dan Kondisi Kritis
Setelah perawatan intensif, kondisi Rico tetap kritis. Selama hampir 30 hari, tim medis berusaha menyelamatkan nyawanya dengan ventilator dan prosedur operasi darurat. Pada 24 April 2024, kondisi kesehatannya menurun drastis dan dinyatakan meninggal dunia.
Reaksi Pemerintah dan Keluarga
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyatakan duka cita mendalam serta memastikan bahwa keluarga almarhum akan diberikan dukungan penuh. Kepala Misi UNIFIL, Maj. Gen. XYZ, juga menyampaikan penghormatan kepada prajurit yang gugur.
Keluarga Rico, yang tinggal di Jakarta, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam dan berharap agar peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi pasukan perdamaian.
Kepergian Rico Pramudia menambah daftar nama prajurit TNI yang gugur dalam operasi perdamaian internasional. Pemerintah Indonesia berkomitmen terus menjaga keamanan dan kesejahteraan personelnya di luar negeri.




