Hanif Faisol: Besok Sudah Kerja Jadi Wakil Menko Pangan, Semuanya Soal MBG
Hanif Faisol: Besok Sudah Kerja Jadi Wakil Menko Pangan, Semuanya Soal MBG

Hanif Faisol: Besok Sudah Kerja Jadi Wakil Menko Pangan, Semuanya Soal MBG

Frankenstein45.Com – 27 April 2026 | Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) yang baru, Hanif Faisul Nurofiq, resmi akan memulai tugasnya besok. Penunjukan tersebut merupakan keputusan yang telah dipertimbangkan matang oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan tujuan memperkuat pelaksanaan program strategis nasional di sektor pangan.

Hanif Faisul dikenal memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang agribisnis dan kebijakan pangan. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai anggota Komisi III DPR RI, sekaligus aktif dalam beberapa lembaga yang terkait dengan pengembangan pertanian dan ketahanan pangan. Pengalaman tersebut menjadi alasan utama mengapa Presiden Prabowo memilihnya untuk mengisi posisi strategis ini.

Fokus utama Hanif sebagai Wamenko Pangan diperkirakan akan tertuju pada program MBG (Merdeka Belajar Ganda). MBG merupakan inisiatif yang mengintegrasikan kebijakan pendidikan dan pelatihan dengan sektor pertanian, bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja di bidang pangan serta memacu inovasi dalam produksi dan distribusi makanan. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap dapat menurunkan tingkat kemiskinan pangan dan meningkatkan kemandirian pangan nasional.

  • Penguatan Rantai Pasokan: Mengoptimalkan distribusi bahan pangan dari produsen ke konsumen melalui teknologi digital.
  • Peningkatan Kualitas Tanaman: Mendorong adopsi bibit unggul dan praktik pertanian berkelanjutan.
  • Pengembangan SDM Pangan: Menyelenggarakan pelatihan berbasis MBG untuk petani, pelaku usaha, dan tenaga kerja industri pangan.

Selain itu, Hanif juga diharapkan dapat berkoordinasi dengan kementerian lain, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta Badan Penelitian dan Pengembangan, untuk memastikan kebijakan pangan selaras dengan kebutuhan pasar domestik dan internasional.

Pengangkatan ini mendapat respons beragam dari kalangan politisi dan praktisi industri. Sebagian menilai langkah ini tepat karena menempatkan seorang figur yang memahami seluk-beluk agribisnis pada posisi kunci. Namun, ada pula yang menyoroti tantangan besar yang harus dihadapi, seperti fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, dan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Ke depan, Hanif Faisul akan memfokuskan upayanya pada implementasi kebijakan yang dapat mempercepat tercapainya target ketahanan pangan 2025, serta mengoptimalkan peran MBG dalam menciptakan ekosistem pangan yang lebih resilient dan berkelanjutan.