Harga Avtur Meroket, Pertamina Kembangkan Produk Alternatif dari Minyak Jelantah
Harga Avtur Meroket, Pertamina Kembangkan Produk Alternatif dari Minyak Jelantah

Harga Avtur Meroket, Pertamina Kembangkan Produk Alternatif dari Minyak Jelantah

Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Harga bahan bakar aviasi (Avtur) terus melambung sejak awal tahun, menambah beban operasional maskapai penerbangan di Indonesia. Kenaikan ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak mentah global serta tekanan nilai tukar yang melemah.

Untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar konvensional, Pertamina memanfaatkan minyak jelantah—limbah minyak goreng bekas—sebagai bahan baku produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Kilang Cilacap. Proses konversi meliputi tiga tahap utama:

  1. Pengumpulan dan penyaringan minyak jelantah untuk menghilangkan kotoran.
  2. Transesterifikasi dengan katalis khusus menghasilkan ester biodiesel.
  3. Hydroprocessing lanjutan yang mengubah ester menjadi SAF dengan sifat sesuai standar internasional.

Produk SAF yang dihasilkan telah memenuhi spesifikasi ASTM D7566, sehingga dapat dicampur dengan Avtur konvensional atau digunakan secara murni. Keunggulan SAF antara lain mengurangi emisi CO₂ hingga 80% dibandingkan bahan bakar fosil, serta meningkatkan keamanan energi nasional.

Berikut gambaran singkat perbandingan biaya dan emisi antara Avtur tradisional dan SAF berbasis minyak jelantah:

Parameter Avtur Tradisional SAF (Minyak Jelantah)
Harga per liter (IDR) ≈ 15.000 ≈ 14.200
Emisi CO₂ (kg per liter) 3,15 0,63
Sumber bahan baku Minyak mentah Minyak bekas makanan

Dengan kemampuan produksi yang dapat ditingkatkan, Pertamina berharap SAF dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan aviasi domestik dalam lima tahun ke depan, sekaligus menurunkan beban biaya operasional maskapai.

Pengembangan ini juga sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030. Jika berhasil, inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi negara‑negara lain di kawasan Asia‑Pasifik.