Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Pembelian dan penjualan minyak mentah mengalami penurunan tajam pada minggu ini, dengan indeks harga Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing turun lebih dari lima persen. Penurunan ini dipicu oleh sentimen positif yang muncul setelah munculnya harapan akan tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Data harga menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan level sebelumnya. Pada hari Senin, Brent diperdagangkan di sekitar US$84 per barrel, sementara WTI berada di kisaran US$80 per barrel. Kedua indeks tersebut kemudian mengalami penurunan masing-masing sebesar 5,2% dan 5,5% dalam 24 jam terakhir.
| Komoditas | Harga Sebelumnya | Penurunan |
|---|---|---|
| Brent | US$84 per barrel | -5,2% |
| WTI | US$80 per barrel | -5,5% |
Pasar energi mulai kembali optimis, mengingat potensi berkurangnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Para pedagang memperkirakan bahwa jika negosiasi damai berhasil, pasokan minyak dapat meningkat secara bertahap, menurunkan tekanan pada harga.
- Harapan diplomasi AS‑Iran menurunkan premi risiko geopolitik.
- OPEC+ tetap menahan produksi, namun sinyal kebijakan yang lebih lunak dapat muncul.
- Permintaan global masih dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Meskipun sentimen positif, para analis memperingatkan bahwa ketidakpastian masih tinggi. Konflik di wilayah lain, keputusan produksi OPEC+, serta fluktuasi nilai tukar dolar AS dapat kembali menggerakkan harga ke arah yang berlawanan.
Secara keseluruhan, pasar minyak berada pada titik balik yang masih rapuh. Investor disarankan untuk memantau perkembangan diplomatik antara AS dan Iran serta kebijakan produksi OPEC+ sebelum membuat keputusan alokasi aset jangka pendek.




