Frankenstein45.Com – 29 Mei 2026 | Jakarta, 28 Mei 2026 – Harga perak Antam mengalami penurunan signifikan pada Kamis (28/5/2026). Menurut data resmi Logammulia.com, perak murni dijual Rp49.150 per gram, turun Rp1.850 dari level sebelumnya Rp51.000. Penurunan ini sejalan dengan penurunan harga perak dunia yang mencapai 3,15% menjadi US$71,91 per troy ounce, mendekati batas US$73 per ounce. Penurunan global dipicu oleh laporan serangan baru Amerika Serikat terhadap situs militer Iran, yang mengurangi harapan negosiasi perdamaian serta menambah kekhawatiran inflasi dan kebijakan suku bunga.
Rincian Harga Perak Antam
- Perak batangan 1 gram: Rp49.150/gram.
- Perak batangan 250 gram: Rp12.687.500 (tanpa PPN), menjadi Rp14.083.125 setelah penambahan PPN 11%.
- Perak batangan 500 gram: Rp24.575.000 (tanpa PPN), menjadi Rp27.278.250 setelah PPN 11%.
- Perak batangan heritage 31,1 gram: Rp2.076.370 (tanpa PPN), menjadi Rp2.304.771 dengan PPN.
- Perak batangan heritage 186,6 gram: Rp11.336.686 (tanpa PPN), menjadi Rp12.583.721 setelah PPN.
Antam juga menawarkan perak butiran murni 99,95% dengan ukuran 250 gram dan 500 gram, masing-masing dipatok Rp12.812.500 dan Rp24.700.000 sebelum pajak. Penurunan harga perak ini memberikan peluang bagi investor ritel yang menunggu titik masuk yang lebih rendah, namun sekaligus menimbulkan kekhawatiran bagi pedagang logam mulia yang mengandalkan margin stabil.
Pengaruh Penurunan Harga pada Pasar Logam Mulia Indonesia
Penurunan harga perak beriringan dengan penurunan harga emas Antam yang turun Rp31.000 per gram, menandakan tekanan umum pada logam mulia. Data harga emas menunjukkan Rp1.427.000 untuk 0,5 gram, Rp2.754.000 untuk 1 gram, dan seterusnya. Kombinasi penurunan kedua logam ini mengindikasikan pergeseran sentimen pasar menuju aset non‑tradisional, terutama di tengah kebijakan moneter yang ketat.
Medali Perak di Kancah Olahraga: Sorotan SEA Games 2021
Di bidang olahraga, kata “perak” kembali menonjol lewat pencapaian Indonesia di renang SEA Games 2021. Gagarin Nathaniel berhasil meraih medali perak pada nomor gaya dada putra 100 meter dengan waktu 1:02.740, berada di belakang emas peraih Bao Pham Tanh (Vietnam) dan perak Maximillian Wei Ang (Singapura). Selain itu, tim estafet gaya bebas putra 4×100 meter memperoleh perak dengan catatan 3:24.090, mengalahkan tim Vietnam namun tertinggal dari pemenang.
Prestasi tersebut menambah satu medali perak dan dua medali perunggu bagi Indonesia, memperkuat posisi atlet muda dalam persaingan regional. Keberhasilan ini juga meningkatkan profil olahraga renang di tanah air, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi atlet berikutnya.
Perak sebagai Tujuan Kompetisi Kabaddi di Malaysia
Di luar Indonesia, provinsi Perak di Malaysia menjadi tuan rumah Kejuaraan Kabaddi Nasional pada 29 Mei 2026, sebagai bagian dari persiapan tim Sarawak menjelang Malaysia Games (Sukma) 2026. Tim kabaddi Sarawak, yang terdiri atas skuad pria dan wanita, akan berangkat ke Perak untuk mengasah taktik dan membiasakan diri dengan tekanan kompetisi tingkat nasional.
Pelatih kepala Ganisan Punisamy menekankan pentingnya turnamen ini sebagai platform eksposur bagi pemain, terutama mengingat kabaddi kini resmi masuk dalam agenda Sukma bersama catur, kriket, dan e‑sport. Dengan 12 tim pria dan 9 tim wanita berpartisipasi, kompetisi di Perak diproyeksikan menjadi arena ujian kesiapan atlet menjelang ajang terbesar di Selangor pada Agustus 2026.
Keberadaan turnamen di Perak juga memberi sorotan pada provinsi tersebut sebagai pusat olahraga regional, yang diharapkan dapat menarik investasi infrastruktur dan meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tradisional.
Secara keseluruhan, penurunan harga perak pada hari ini mencerminkan dinamika pasar global yang sensitif terhadap geopolitik, sementara pencapaian medali perak di SEA Games dan turnamen kabaddi di Perak menegaskan nilai simbolik logam mulia dalam konteks prestasi olahraga. Kedua fenomena ini menggarisbawahi pentingnya pemantauan harga komoditas serta dukungan berkelanjutan bagi atlet berbakat, demi menjaga keseimbangan antara sektor ekonomi dan kebanggaan nasional.




