Frankenstein45.Com – 29 Mei 2026 | PSSI, lewat anak perusahaannya PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI), telah mengonfirmasi bahwa tim nasional Indonesia akan menjadikan Stadion Pakansari di Cibinong, Jawa Barat, dan Stadion Universitas Gadjah Mada (SUGBK) di Yogyakarta sebagai venue resmi kompetisi Piala ASEAN 2026.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap standar infrastruktur, kapasitas penonton, dan aksesibilitas kedua stadion. Pakansari, yang dibuka pada 2016 dengan kapasitas sekitar 30.000 tempat duduk, telah mengalami renovasi terbaru termasuk pemasangan sistem pencahayaan LED kelas internasional serta peningkatan fasilitas ruang ganti pemain.
Sementara itu, SUGBK, yang terletak di kampus Universitas Gadjah Mada, menawarkan atmosfer akademik yang unik serta kapasitas lebih kecil, yakni sekitar 15.000 tempat duduk, namun dilengkapi dengan lapangan rumput alami yang telah disertifikasi AFC.
- Lokasi: Cibinong (Pakansari) dan Yogyakarta (SUGBK)
- Kapasitas: 30.000 (Pakansari) dan 15.000 (SUGBK)
- Fasilitas: Pencahayaan LED, ruang ganti modern, area media center
- Jadwal: Pertandingan grup akan dimulai pada September 2026, dengan final dijadwalkan pada November 2026
Penunjukan kedua stadion tersebut diharapkan dapat meningkatkan dukungan suporter lokal serta menambah nilai komersial turnamen. Menurut perwakilan GSI, penempatan pertandingan di dua kota berbeda akan mempermudah distribusi tiket dan mengurangi tekanan logistik pada satu lokasi.
Persiapan timnas Indonesia untuk Piala ASEAN 2026 juga sedang intensif. Pelatih kepala menekankan pentingnya adaptasi cepat terhadap kondisi lapangan masing‑masing stadion, sementara pemain muda dipanggil untuk mengisi skuad guna menambah kedalaman tim.
Dengan menampilkan dua kandang yang memenuhi standar AFC, Indonesia berambisi menyajikan kompetisi yang kompetitif sekaligus menampilkan keramaian suporter yang terkenal dengan semangat “Bhinneka Tunggal Ika”.




