Frankenstein45.Com – 15 April 2026 | Harga plastik global mengalami lonjakan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan blokade lengkap angkatan laut terhadap Iran. Kebijakan tersebut memperparah krisis pasokan petrokimia, komponen utama produksi plastik, sehingga menimbulkan tekanan pada pasar internasional.
Blokade laut yang diputuskan pada awal pekan ini memengaruhi aliran bahan baku penting seperti etilena dan propilena yang biasanya diimpor dari wilayah Teluk Persia. Karena sebagian besar pabrik petrokimia dunia bergantung pada pasokan dari kawasan tersebut, gangguan ini menyebabkan penurunan produksi dan kenaikan harga bahan baku secara signifikan.
- Penurunan pasokan etilena hingga 15% secara global.
- Kenaikan harga etilena mencapai 30% dalam seminggu terakhir.
- Harga polietilena (PE) dan polipropilena (PP) naik lebih dari 25%.
Berikut adalah ringkasan perubahan harga utama pada minggu terakhir:
| Bahan | Harga Sebelum | Harga Sekarang | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Etilena | USD 1,100/ton | USD 1,430/ton | +30% |
| Polietilena | USD 1,200/ton | USD 1,530/ton | +27,5% |
| Polipropilena | USD 1,300/ton | USD 1,660/ton | +27,7% |
Di Indonesia, kenaikan harga plastik berdampak pada sektor industri manufaktur, kemasan, dan konstruksi. Produsen lokal diperkirakan akan mengalihkan sebagian biaya ke konsumen akhir, yang dapat memicu inflasi harga barang konsumen.
Berbagai pihak berusaha mencari solusi, antara lain:
- Pemerintah Indonesia mengusulkan diversifikasi sumber bahan baku dengan meningkatkan impor dari negara alternatif seperti Rusia dan negara-negara Afrika.
- Beberapa perusahaan memanfaatkan bahan baku daur ulang untuk mengurangi ketergantungan pada petrokimia impor.
- Investor meninjau kembali portofolio dengan menambah alokasi pada energi terbarukan sebagai langkah jangka panjang.
Para analis memperkirakan bahwa volatilitas harga akan tetap tinggi selama ketegangan geopolitik di Teluk Persia belum mereda. Jika blokade berlangsung lebih lama, harga plastik dapat melampaui level rekor sebelumnya dan menimbulkan dampak lanjutan pada biaya produksi global.




