Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | BP (Bumi Persada) mengumumkan penurunan harga solar di jaringan SPBU‑nya menjadi Rp29.890 per liter, efektif sejak hari ini. Penurunan ini menandai penyesuaian pertama sejak kebijakan harga sebelumnya.
Harga solar sebelumnya berada pada level Rp30.000 per liter. Dengan penurunan menjadi Rp29.890, konsumen memperoleh selisih penghematan sebesar Rp110 per liter.
- Harga sebelumnya: Rp30.000 per liter.
- Harga baru: Rp29.890 per liter.
- Selisih penurunan: Rp110 per liter.
Berita ini muncul bersamaan dengan stabilnya harga BBM jenis lain, termasuk Pertalite yang tetap pada tarif Rp10.000 per liter dan tidak ada perubahan pada subsidi BBM penugasan.
Pengamat ekonomi menilai penurunan harga solar dapat memberikan dampak positif bagi sektor transportasi dan industri yang sangat bergantung pada bahan bakar ini. Penghematan biaya operasional diperkirakan akan menambah daya saing perusahaan, terutama dalam periode kenaikan harga bahan bakar global.
Namun, analis juga mengingatkan bahwa penurunan harga ini bersifat sementara dan dapat berubah tergantung pada fluktuasi harga minyak dunia serta kebijakan fiskal pemerintah.
Secara keseluruhan, penurunan harga solar di SPBU BP diharapkan membantu menurunkan beban pengeluaran masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus menstabilkan pasar energi domestik.




