Frankenstein45.Com – 02 Juli 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan penting pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada 1 Juli 2024. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh personel Polri, jajaran pimpinan, serta tamu undangan khusus.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa penegakan hukum harus tetap bersifat netral dan tidak dipolitisasi. Ia menolak keras penggunaan instrumen hukum sebagai senjata balas dendam dalam persaingan politik.
Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:
- Hukum harus dijalankan secara profesional, tanpa memihak pada kepentingan politik manapun.
- Polri diharapkan menjadi institusi yang menegakkan keadilan, melindungi hak warga, dan menjaga ketertiban umum.
- Setiap upaya memanfaatkan proses hukum untuk menyerang lawan politik akan merusak kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.
- Penggunaan hukum yang adil akan memperkuat stabilitas demokrasi dan mencegah terjadinya konflik berkepanjangan.
Presiden juga mengapresiasi dedikasi anggota Polri dalam menjalankan tugasnya di tengah tantangan keamanan yang terus berkembang. Ia menekankan pentingnya integritas, disiplin, dan rasa tanggung jawab dalam setiap langkah penegakan hukum.
Menutup pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memerlukan sistem hukum yang kuat, tidak terdistorsi oleh kepentingan politik, serta mampu menegakkan keadilan bagi seluruh warga negara.




