Frankenstein45.Com – 02 Mei 2026 | Dalam rangka memperingati Hari Buruh 2024, PT Pegadaian (Persero) menyalurkan bantuan khusus untuk Masjid Al‑Hikmah yang terletak di Desa Ambalawi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Penyerahan berlangsung pada Senin, 1 Mei 2024, dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, tokoh agama, serta perwakilan komunitas setempat.
Penggalangan dana ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Pegadaian yang dicanangkan dengan semangat “mengEMASkan Indonesia“. Program tersebut bertujuan memperluas jangkauan manfaat sosial perusahaan, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur keagamaan.
Bantuan yang disalurkan meliputi:
- Renovasi atap dan dinding masjid senilai Rp 150.000.000.
- Pengadaan sound system modern untuk keperluan ceramah dan sholat Jumat.
- Penyediaan perlengkapan ibadah seperti sajadah, karpet, dan lampu hias.
- Pelatihan manajemen masjid bagi pengurus setempat, yang diselenggarakan oleh tim CSR Pegadaian.
Berikut rangkuman nilai bantuan dalam bentuk tabel:
| Item | Nilai (Rp) |
|---|---|
| Renovasi struktur | 150.000.000 |
| Sound system | 30.000.000 |
| Perlengkapan ibadah | 20.000.000 |
| Pelatihan manajemen | 10.000.000 |
| Total | 210.000.000 |
Para penerima manfaat menyatakan rasa syukur atas dukungan Pegadaian, mengingat masjid tersebut menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi lebih dari 2.500 warga di sekitar Ambalawi. Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan kegiatan keagamaan dapat berlangsung lebih nyaman, serta masjid dapat menjadi tempat pelatihan dan pertemuan komunitas.
Direktur CSR Pegadaian, Budi Santoso, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan cakupan program TJSL, khususnya di wilayah-wilayah terpencil. Ia menambahkan, “Setiap Hari Buruh kami jadikan momentum untuk menegaskan peran serta korporasi dalam memajukan kesejahteraan masyarakat, baik melalui layanan keuangan maupun program sosial yang bersinergi dengan kebutuhan lokal.”
Ke depan, Pegadaian berencana menyalurkan bantuan serupa ke beberapa masjid dan fasilitas keagamaan lain di provinsi Jawa Timur, serta memperluas program ke bidang pendidikan dan kesehatan, dengan target mencakup lebih dari 100 komunitas pada tahun 2025.




