Harlah ke-76 Fatayat NU: Momentum Perkuat Pengabdian Perempuan
Harlah ke-76 Fatayat NU: Momentum Perkuat Pengabdian Perempuan

Harlah ke-76 Fatayat NU: Momentum Perkuat Pengabdian Perempuan

Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) merayakan Harlah ke-76 organisasi pada Sabtu (tanggal) di Masjid Istiqlal, Jakarta. Acara tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus dorongan untuk memperkuat peran perempuan dalam pengabdian sosial dan keagamaan.

Serangkaian kegiatan yang meliputi ceramah, diskusi panel, serta penyerahan penghargaan kepada anggota yang berprestasi berlangsung selama tiga hari. Dalam sambutannya, Ketua Umum Fatayat NU, … (nama), menekankan pentingnya sinergi antara nilai-nilai keislaman dan modernitas dalam meningkatkan kualitas kontribusi perempuan di masyarakat.

  • Penguatan kapasitas kepemimpinan melalui pelatihan manajemen organisasi.
  • Peningkatan partisipasi perempuan dalam program kemanusiaan, seperti bantuan bencana dan edukasi anak.
  • Pengembangan jaringan kerjasama dengan lembaga keagamaan dan non‑keagamaan.

Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 1.200 anggota Fatayat NU dari seluruh Indonesia, serta perwakilan pemerintah daerah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan. Mereka menilai bahwa perayaan Harlah kali ini berhasil menumbuhkan rasa kebersamaan dan memperluas wawasan tentang peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa.

Selain itu, forum diskusi yang dipandu oleh pakar gender menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan, seperti akses pendidikan, partisipasi politik, dan kesetaraan ekonomi. Rekomendasi yang dihasilkan antara lain:

  1. Mendorong kebijakan afirmatif di institusi pendidikan.
  2. Meningkatkan program beasiswa khusus perempuan di bidang sains dan teknologi.
  3. Memperkuat jaringan mentor bagi perempuan muda yang ingin berkarir di sektor publik dan swasta.

Penutup acara diwarnai dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada 15 perempuan yang berkontribusi luar biasa dalam bidang sosial, kesehatan, dan pendidikan. Ketua Umum menegaskan, “Momentum Harlah ke-76 ini bukan sekadar peringatan, melainkan titik tolak untuk memperluas ruang pengabdian perempuan di seluruh lapisan masyarakat.”