Frankenstein45.Com – 30 April 2026 | Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menilai prestasi yang diraih pada Asian Beach Games sebagai batu loncatan penting bagi para atlet untuk bersaing di ajang Seri Dunia Panjat Tebing. Indonesia berhasil mengantongi satu medali emas dan dua medali perak, menegaskan peningkatan kualitas cabang olahraga ini di tanah air.
Emas diraih oleh atlet putra yang menaklukkan rute lintasan “Oceanic Challenge” dengan waktu tercepat, sementara medali perak diperoleh oleh dua atlet wanita pada kategori lead dan speed. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari persiapan intensif selama enam bulan terakhir, meliputi latihan di fasilitas dalam negeri serta program pertukaran pelatih dengan negara-negara berpengalaman.
- Pengalaman kompetitif: Atlet terbiasa menghadapi tekanan kompetisi internasional, sehingga mental mereka lebih siap menghadapi seri dunia yang lebih ketat.
- Validasi taktik pelatihan: Hasil lomba menunjukkan bahwa metode latihan yang mengutamakan kekuatan otot inti dan teknik pernapasan efektif dalam meningkatkan performa.
Ia menambahkan bahwa tim kini menargetkan peningkatan performa pada Seri Dunia yang akan digelar di beberapa kota besar dunia, termasuk Paris dan Salt Lake City. Fokus utama akan diberikan pada peningkatan kecepatan pada disiplin speed climbing serta konsistensi pada lead climbing.
Selain persiapan teknis, Buntoro menekankan pentingnya dukungan finansial dan infrastruktur. “Kami berharap sponsor dan pemerintah terus memberikan dukungan, karena investasi pada fasilitas memanjat modern akan mempercepat proses pembinaan atlet muda,” ujarnya.
Keberhasilan di Asian Beach Games juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk tertarik pada olahraga panjat tebing, yang kini semakin populer di kalangan pecinta alam dan kompetisi. Dengan semangat yang terus terjaga, tim panjat tebing Indonesia optimis dapat bersaing secara lebih kompetitif pada panggung dunia.




