Frankenstein45.Com – 30 April 2026 | PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) mencatat kinerja yang sangat positif pada triwulan I tahun 2026. Sebagai pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Priok kembali menegaskan perannya sebagai kontributor utama dalam mendukung rantai pasok logistik nasional.
Beberapa pencapaian penting antara lain:
- Peningkatan volume barang non‑petikemas sebesar 12,5 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Penanganan total 5,4 juta TEU, dengan kontribusi 68 % berasal dari muatan non‑petikemas.
- Waktu tunggu kapal berkurang menjadi rata‑rata 14,2 jam, turun 3,1 jam dari triwulan sebelumnya.
Data di atas menunjukkan bahwa Tanjung Priok tidak hanya menjadi titik masuk utama kontainer, tetapi juga memperkuat distribusi barang curah, kendaraan berat, dan proyek‑proyek infrastruktur.
| Indikator | Triwulan I 2026 | Triwulan I 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Volume non‑petikemas (juta ton) | 9,8 | 8,7 | +12,5 % |
| Jumlah kapal (unit) | 1 340 | 1 215 | +10,3 % |
| Waktu tunggu rata‑rata (jam) | 14,2 | 17,3 | ‑17,9 % |
Manajemen PTP Nonpetikemas menyatakan bahwa peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain optimalisasi proses bongkar‑muat, investasi pada peralatan modern, dan kolaborasi erat dengan pelaku logistik domestik serta internasional.
Dalam rangka memperkuat jaringan logistik, pelabuhan juga meningkatkan layanan integrasi multimoda, termasuk koneksi rail‑link dan akses jalan tol yang lebih efisien. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan biaya transportasi dan mempercepat distribusi barang ke seluruh wilayah Indonesia.
Keberhasilan triwulan I ini menjadi indikasi positif bagi target pertumbuhan PTP Nonpetikemas pada tahun 2026, yang menargetkan peningkatan volume keseluruhan sebesar 15 % dan memperluas kapasitas penanganan non‑petikemas hingga 10 % lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.




