Frankenstein45.Com – 01 Juni 2026 | Jurnalis Hasto mengungkapkan makna filosofis di balik lagu berjudul “Bung Karno Bapak Marhaenisme” yang baru-baru ini dipopulerkan kembali. Menurutnya, lagu tersebut bukan sekadar penghormatan kepada Presiden pertama Indonesia, melainkan sebuah upaya menegaskan kembali nilai‑nilai Marhaenisme dalam konteks politik masa kini.
Hasto menekankan bahwa lirik lagu mengandung pesan tentang keadilan sosial, kemandirian ekonomi, dan kepedulian terhadap rakyat miskin yang menjadi inti ajaran Marhaen. Ia menambahkan bahwa penyusunan kembali aransemen lagu ini bertujuan untuk menyesuaikan nada dengan selera generasi muda tanpa menghilangkan esensi filosofinya.
Dalam proses revitalisasi lagu, Kepala Situation Room Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI‑Perjuangan), M. Prananda Prabowo, mengambil peran sentral. Prananda memimpin tim kreatif yang mengatur ulang melodi, menambahkan instrumen modern, serta memastikan bahwa setiap baris lirik dipertahankan keasliannya.
- Tujuan utama: Menghidupkan kembali semangat Marhaenisme melalui musik.
- Peran Prananda Prabowo: Mengarahkan aransemen, mengkoordinasikan musisi, dan menyiapkan produksi audio.
- Pesan filosofis: Keadilan sosial, kemandirian, serta kepedulian terhadap kelas pekerja.
Hasto berharap bahwa dengan meluncurkan versi baru lagu ini, publik dapat lebih memahami konteks sejarah Marhaenisme serta mengaitkannya dengan tantangan sosial‑ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini. Ia menutup dengan harapan bahwa lagu tersebut akan menjadi alat edukatif yang memperkuat identitas nasional sekaligus menginspirasi aksi nyata bagi kesejahteraan rakyat.




