Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Di Batam, sebuah pawai dukungan terhadap program MBG (Masa Depan Berkualitas) diwarnai kehadiran siswa-siswi dari beberapa sekolah dasar bersama guru-guru mereka. Aksi tersebut berlangsung pada hari Senin sore di alun-alun kota, dengan peserta berjumlah ratusan orang.
Pengguna media sosial menilai bahwa kehadiran anak-anak sekolah dasar dan guru dalam pawai berpotensi menjadi bentuk kampanye politik yang menyamarkan dirinya sebagai kegiatan sosial. Banyak komentar yang menyebutkan bahwa aksi tersebut “kampanye berkedok pawai” dan menuntut klarifikasi lebih lanjut.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diskdis) Batam memberikan penjelasan bahwa partisipasi siswa dan guru bersifat sukarela, serta tidak ada tekanan dari pihak manapun. Mereka menegaskan bahwa program MBG memang menjadi agenda penting bagi pemerintah daerah, namun pelibatan warga harus tetap berada dalam koridor edukatif.
Sementara itu, warga Batam yang menyaksikan langsung pawai mengungkapkan beragam pendapat. Sebagian menyambut positif karena program MBG dianggap bermanfaat bagi anak-anak, namun sebagian lainnya menilai kehadiran anak-anak dalam aksi publik harus dipertimbangkan lebih hati-hati.
- Jumlah peserta pawai diperkirakan mencapai lebih dari 300 orang.
- Acara berlangsung selama kurang lebih satu jam, meliputi pidato singkat, musik, dan penyerahan spanduk dukungan.
- Netizen menyoroti potensi politisasi pendidikan dalam konteks pemilu mendatang.
- Diskdis Batam menegaskan komitmen untuk menjaga netralitas dan mengutamakan kepentingan pendidikan.
Kontroversi ini menggambarkan dinamika antara upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan program kebijakan dan sensitivitas publik terhadap kemungkinan penggunaan pendidikan sebagai alat kampanye politik.







