Hindari Jerat Penipuan Digital, BNI Minta Nasabah Jangan Bagikan Data Sensitif
Hindari Jerat Penipuan Digital, BNI Minta Nasabah Jangan Bagikan Data Sensitif

Hindari Jerat Penipuan Digital, BNI Minta Nasabah Jangan Bagikan Data Sensitif

Frankenstein45.Com – 06 Mei 2026 | Bank Negara Indonesia (BNI) menegaskan kembali bahwa dalam kondisi apapun bank tidak akan meminta informasi rahasia nasabah, seperti PIN, password, atau kode OTP. Pernyataan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus penipuan digital yang menyasar nasabah melalui telepon, pesan singkat, atau media sosial.

Penipuan semacam ini biasanya dilakukan dengan menyamar sebagai petugas bank, mengklaim adanya masalah pada rekening atau kebutuhan verifikasi mendadak. Dengan mengelabui korban, pelaku berusaha mengakses dana atau mencuri data pribadi.

Berikut langkah‑langkah yang dapat diikuti nasabah untuk melindungi diri dari jebakan penipuan digital:

  • Jangan pernah memberikan PIN, password, atau kode OTP kepada siapapun, termasuk pihak yang mengaku dari BNI.
  • Verifikasi keaslian permintaan melalui kanal resmi BNI, seperti aplikasi BNI Mobile Banking atau menghubungi nomor layanan nasabah yang tertera di kartu ATM.
  • Waspadai pesan atau panggilan yang mengancam, menekan waktu, atau meminta tindakan segera.
  • Gunakan fitur keamanan tambahan seperti token atau autentikasi dua faktor pada aplikasi perbankan.
  • Lapor segera ke BNI jika menerima permintaan mencurigakan atau mengalami potensi kebocoran data.

BNI juga mengingatkan bahwa semua komunikasi resmi bank biasanya disertai logo resmi, nomor layanan yang dapat dipastikan melalui situs resmi, dan tidak mengandung permintaan data sensitif melalui SMS atau email.

Dengan meningkatkan kewaspadaan, nasabah dapat meminimalisir risiko kerugian finansial serta melindungi data pribadi mereka dari penyalahgunaan.