Frankenstein45.Com – 06 Mei 2026 | Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, menyatakan bahwa perusahaan memerlukan dana sekitar Rp 2 triliun untuk mengoperasikan fasilitas Pengolahan Sampah Energi Lanjutan (PSEL) yang mampu mengolah 1.000 ton limbah per hari. Investasi total diperkirakan mencapai sekitar USD 1 miliar, mencakup pembangunan infrastruktur, pembelian peralatan teknologi tinggi, serta biaya operasional awal.
Skala Proyek dan Tujuan Lingkungan
Fasilitas PSEL dirancang untuk mengubah sampah organik menjadi energi terbarukan, berupa listrik dan bahan bakar cair, melalui proses pirolisis dan gasifikasi. Dengan kapasitas 1.000 ton per hari, proyek ini dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA secara signifikan, sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca.
Rincian Anggaran
- Pengadaan mesin pirolisis dan gasifikasi: Rp 800 miliar
- Pembangunan fasilitas dan infrastruktur pendukung: Rp 600 miliar
- Biaya instalasi, pengujian, dan pelatihan operasional: Rp 300 miliar
- Cadangan likuiditas dan biaya tak terduga: Rp 300 miliar
Dampak Ekonomi dan Sosial
Proyek ini diproyeksikan akan menciptakan lebih dari 2.000 lapangan kerja langsung selama fase konstruksi dan operasional. Selain itu, energi yang dihasilkan diperkirakan dapat memasok listrik bagi lebih dari 500.000 rumah tangga, serta menyediakan bahan bakar alternatif bagi sektor transportasi.
Strategi Pendanaan
Jika berhasil, fasilitas PSEL ini akan menjadi contoh nyata transformasi limbah menjadi sumber energi yang menguntungkan secara ekonomi dan berkelanjutan bagi Indonesia.




