Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Baru-baru ini sebuah foto seorang perempuan yang diduga penderita hantavirus beredar luas di Facebook. Postingan tersebut menyatakan bahwa wanita itu berada di rumah sakit Jakarta dan mengidap penyakit menular berbahaya.
Setelah diproses oleh tim verifikasi Kementerian Kesehatan dan pihak rumah sakit terkait, foto tersebut dinyatakan tidak ada kaitannya dengan kasus hantavirus yang sedang ditangani. Gambar itu ternyata merupakan foto pribadi yang diambil tahun lalu dan tidak pernah dikaitkan dengan pasien manapun.
Hantavirus memang dapat menimbulkan gejala berat, namun hingga kini tidak ada laporan resmi tentang kasus hantavirus di Jakarta. Pemerintah daerah menegaskan belum ada pasien yang dikonfirmasi, sehingga penyebaran foto tersebut termasuk informasi yang menyesatkan.
Berikut beberapa langkah yang dapat membantu pembaca memverifikasi kebenaran informasi beredar di media sosial:
- Periksa sumber asli: lihat apakah postingan mencantumkan akun resmi atau hanya anonim.
- Bandingkan foto dengan laporan resmi: situs Kementerian Kesehatan atau rumah sakit biasanya menyediakan foto atau pernyataan resmi.
- Gunakan layanan fact‑checking: portal seperti TurnBackhoax atau CekFakta menyediakan verifikasi cepat.
- Waspadai bahasa sensasional: judul yang berlebihan dan mengandung kata “darurat” atau “menewaskan” seringkali menandakan hoaks.
- Jangan langsung membagikan: pastikan informasi sudah terkonfirmasi sebelum disebarkan ke jaringan Anda.
Dengan mengikuti langkah‑langkah di atas, masyarakat dapat membantu menghentikan penyebaran berita palsu yang dapat menimbulkan kepanikan dan mengganggu upaya penanggulangan kesehatan publik.







