Pramono Ajak Warga Perkuat Budaya Pilah Sampah Demi Kota Bersih dan Berkelanjutan
Pramono Ajak Warga Perkuat Budaya Pilah Sampah Demi Kota Bersih dan Berkelanjutan

Pramono Ajak Warga Perkuat Budaya Pilah Sampah Demi Kota Bersih dan Berkelanjutan

Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melalui jajaran Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup, kembali menegaskan komitmen provinsi dalam memperkuat budaya pilah sampah. Pada acara yang diselenggarakan di Balai Kota pada Senin (21 Mei 2024), Gubernur menekankan pentingnya partisipasi aktif warga dalam memisahkan sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing sebagai upaya utama mencapai kota yang bersih, layak huni, dan berdaya saing global.

  • Peningkatan fasilitas pengumpulan sampah terpilah: Penambahan lebih dari 500 tempat sampah terpisah (organik, anorganik, B3) di area publik, perumahan, dan pasar tradisional.
  • Program edukasi berbasis komunitas: Pelatihan bagi RT/RW, sekolah, dan kelompok pemuda tentang cara memilah, mengompos, dan mendaur ulang sampah.
  • Insentif ekonomi: Pemberian voucher belanja bagi rumah tangga yang secara konsisten menyerahkan sampah terpilah ke bank sampah.
  • Penguatan regulasi: Penegakan sanksi bagi pelaku usaha yang tidak menerapkan pemilahan sampah pada rantai produksi dan distribusi.

Gubernur menambahkan, “Budaya pilah sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama. Setiap langkah kecil di rumah, seperti memisahkan sampah organik untuk kompos, akan berdampak besar pada pengurangan volume TPA dan emisi metana yang berbahaya bagi kesehatan warga.”

Selain itu, pemerintah provinsi bekerjasama dengan perusahaan teknologi bersih untuk mengembangkan aplikasi mobile yang membantu warga memetakan lokasi bank sampah terdekat, memberikan panduan pemilahan, serta melaporkan volume sampah yang telah diproses. Aplikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan motivasi masyarakat.

Di tingkat komunitas, sejumlah inisiatif telah muncul, antara lain program “Kompos di Halaman” yang mengajarkan warga cara membuat kompos dari sampah dapur, serta festival daur ulang tahunan yang menampilkan karya seni dari material bekas. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi kreatif.

Dengan rangkaian kebijakan, edukasi, dan inovasi teknologi, pemerintah DKI Jakarta optimis dapat mencapai target 70% pemilahan sampah pada tahun 2025. Keberhasilan tersebut akan menurunkan beban TPA, memperbaiki kualitas udara, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.