HS Menggugah: Malut United Kalah Telak dari Persebaya, Pelatih Tanggapi dengan Janji Kebangkitan
HS Menggugah: Malut United Kalah Telak dari Persebaya, Pelatih Tanggapi dengan Janji Kebangkitan

HS Menggugah: Malut United Kalah Telak dari Persebaya, Pelatih Tanggapi dengan Janji Kebangkitan

Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Malut United kembali menjadi sorotan publik setelah menelan kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya pada laga lanjutan Liga Super yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Sabtu (20/5/2026). Kekalahan ini tidak hanya menghentikan tren positif yang telah ditunjukkan tim dalam tiga pertandingan tandang di Jawa Tengah, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar tentang strategi dan kesiapan skuad di laga kandang terakhir musim ini.

Reaksi Langsung Hendri Susilo (HS) di Selepas Pertandingan

Setelah peluit panjang berbunyi, pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo—yang sering disingkat HS—langsung memberikan pernyataan di ruang ganti yang kemudian disiarkan melalui konferensi pers singkat. “Kami memang mengharapkan hasil yang lebih baik, terutama mengingat performa kami beberapa minggu terakhir. Kekalahan ini menyakitkan, namun bukan akhir dari perjuangan kami,” ujar HS dengan nada tenang namun tegas.

HS menegaskan bahwa faktor utama kegagalan tim terletak pada kurangnya konsentrasi di lini belakang dan penyerangan yang tidak efektif. “Pertahanan kami tidak mampu menahan serangan cepat Persebaya, terutama lewat sayap kanan. Di lini depan, kami gagal menciptakan peluang yang cukup berbahaya,” tambahnya.

Meski mengakui kelemahan, HS menolak menyerah pada kritik. Ia menegaskan bahwa tim masih memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. “Kami memiliki pemain-pemain muda yang sedang berkembang, seperti Manahati dan Alwi, yang mampu memberikan kontribusi penting bila diberikan kepercayaan penuh,” kata HS.

Analisis Taktik dan Pilihan Formasi

Dalam pertandingan melawan Persebaya, HS memutuskan untuk menurunkan formasi 4-2-3-1, menempatkan Cardoso sebagai gelandang serang utama. Namun, formasi tersebut ternyata tidak efektif melawan tekanan tinggi Persebaya yang menekan sejak menit pertama. Keputusan untuk menurunkan gelandang Wbeymar Angulo yang sebelumnya absen karena kartu merah tidak menjadi faktor utama, menurut HS, karena opsi tengah lain seperti Tri dan Alwi sudah dipersiapkan.

HS mengakui bahwa perubahan taktik di babak kedua tidak cukup cepat. “Kami mencoba menambah pressing, namun kurang koordinasi antar lini, sehingga ruang bagi Persebaya semakin lebar,” ujarnya.

Harapan Menjelang Laga Terakhir Musim Ini

Setelah kekalahan tersebut, Malut United kini harus menyiapkan diri untuk laga kandang terakhir melawan Persita Tangerang pada Sabtu (16/5/2026) di Stadion Gelora Kie Raha. HS menegaskan bahwa tim tidak akan membiarkan kekalahan melawan Persebaya mengurangi semangat juang.

“Kami akan kembali ke latihan dengan fokus pada perbaikan pertahanan dan peningkatan kreativitas di lini serang. Kami mengundang seluruh suporter untuk terus memberikan dukungan, karena dukungan Anda adalah motivasi utama bagi para pemain,” kata HS.

HS juga menambahkan, “Absennya Wbeymar Angulo tidak akan mengurangi kualitas kami di lini tengah. Kami memiliki banyak opsi, dan pemain seperti Manahati, Alwi, serta Tri siap mengisi kekosongan itu. Kami berharap dapat menutup musim ini dengan tiga poin melawan Persita,” ujar pelatih berusia 60 tahun itu.

Reaksi Pemain dan Suporter

Beberapa pemain senior, termasuk winger Frets Butuan, memberikan komentar singkat setelah pertandingan. “Kekalahan ini memang mengecewakan, tapi kami harus bangkit dan belajar dari kesalahan. Fokus kami tetap pada permainan tim, bukan pada individu,” ujar Frets.

Di media sosial, suporter Malut United mengungkapkan kekecewaan sekaligus harapan. Banyak yang menulis, “Kami tetap mendukung tim kesayangan, semoga HS dapat mengembalikan kejayaan pada laga terakhir,” menutup komentar mereka dengan emotikon hati.

Dengan posisi klasemen yang masih berada di zona tengah, Malut United masih memiliki peluang untuk meningkatkan peringkat mereka sebelum akhir musim. Jika mereka berhasil mengamankan tiga poin melawan Persita, tim dapat menutup musim dengan posisi yang lebih menguntungkan.

Secara keseluruhan, pernyataan HS setelah kekalahan melawan Persebaya mencerminkan sikap profesional dan tekad untuk bangkit. Meski menghadapi tantangan berat, pelatih dan pemain tampak siap memperbaiki kesalahan dan mengoptimalkan peluang di laga penutup musim.