Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Operator kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026, I.League, mengeluarkan kecaman keras terhadap insiden tak sportif yang terjadi pada pertandingan U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 melawan Dewa United Banten. Insiden tersebut terjadi pada babak pertama laga yang sempat memicu keributan di lapangan dan menimbulkan protes dari kedua tim.
Pernyataan resmi I.League menegaskan bahwa tindakan tak sportif tidak dapat diterima dalam rangkaian kompetisi pengembangan bakat muda. “Kami menolak segala bentuk perilaku yang merusak semangat sportivitas, terutama dalam ajang yang bertujuan menyiapkan generasi pemain sepak bola Indonesia yang profesional,” kata juru bicara I.League.
PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) selanjutnya menyatakan kesiapan untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terlibat. Menurut Ketua Komite Disiplin PSSI, proses investigasi akan segera dilakukan, dan sanksi yang mungkin dijatuhkan meliputi:
- Skorsing pemain selama minimal tiga hingga lima pertandingan.
- Denda administratif bagi klub yang bersangkutan.
- Pencabutan poin hasil pertandingan yang bersangkutan.
- Penangguhan sementara hak klub untuk berpartisipasi dalam kompetisi EPA selanjutnya.
Selain itu, PSSI menekankan pentingnya edukasi nilai sportivitas kepada pemain muda melalui program pelatihan mental dan etika permainan. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali, dan kompetisi EPA dapat kembali menjadi wadah yang aman serta mendidik bagi talenta sepak bola Indonesia.
Pengamat sepak bola menilai bahwa tindakan tegas PSSI dan I.League dapat menjadi contoh bagi federasi lain di Asia untuk menegakkan standar perilaku di level usia muda. Mereka berharap langkah ini akan meningkatkan citra kompetisi EPA dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan sepak bola di tanah air.




