Frankenstein45.Com – 13 Juni 2026 | Idrus Marham, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Koordinator Bidang Ekonomi Nasional, menyatakan bahwa tuntutan yang diangkat dalam demonstrasi mahasiswa baru-baru ini sejalan dengan agenda ekonomi yang sedang digulirkan oleh Presiden Prabowo Subiatan.
Mahasiswa dari sejumlah universitas menggelar aksi di ibu kota pada tanggal 26 Juni 2023, menuntut kebijakan yang lebih pro‑rakyat, penurunan harga kebutuhan pokok, dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas. Menurut Marham, beberapa poin utama demonstrasi—seperti penguatan industri dalam negeri, perlindungan tenaga kerja, dan penataan kembali struktur pajak—telah tercermin dalam rencana ekonomi Prabowo.
Berikut rangkuman kebijakan utama yang disebutkan Prabowo dan dikaitkan Marham dengan tuntutan mahasiswa:
- Peningkatan investasi pada sektor manufaktur dan teknologi melalui insentif fiskal.
- Program subsidi energi bersubsidi untuk menurunkan biaya hidup masyarakat.
- Reformasi regulasi tenaga kerja yang mempermudah proses perekrutan dan pemutusan hubungan kerja dengan tetap menjamin hak pekerja.
- Penyesuaian tarif pajak korporasi untuk mendorong pertumbuhan UMKM.
- Pembangunan infrastruktur logistik yang mengurangi biaya distribusi barang.
Marham menegaskan bahwa sinergi antara aspirasi mahasiswa dan kebijakan pemerintah dapat mempercepat pemulihan ekonomi pasca‑pandemi. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus membuka ruang dialog dengan kalangan akademisi dan organisasi mahasiswa untuk memastikan kebijakan yang diambil bersifat inklusif.
Sementara itu, respons dari pihak mahasiswa beragam. Sebagian menyambut positif pernyataan Marham sebagai pengakuan atas tekanan yang mereka sampaikan, namun kelompok lain menilai bahwa masih diperlukan tindakan konkret dan transparansi dalam pelaksanaan program.
Pengamat politik menilai bahwa pernyataan ini merupakan upaya pemerintah untuk meredam potensi konflik sosial sekaligus memperkuat legitimasi kebijakan ekonomi yang sedang dijalankan. Jika sinergi tersebut dapat terjaga, para ahli memprediksi pertumbuhan PDB Indonesia dapat kembali ke kisaran 5‑5,5% pada tahun 2025.




