Indef Sarankan Program 3 Juta Rumah Lebih Banyak Ditopang Industri Material Domestik
Indef Sarankan Program 3 Juta Rumah Lebih Banyak Ditopang Industri Material Domestik

Indef Sarankan Program 3 Juta Rumah Lebih Banyak Ditopang Industri Material Domestik

Frankenstein45.Com – 14 Mei 2026 | Ekonom terkemuka Indef Eko Listiyanto menekankan pentingnya memperkuat program pembangunan 3 juta rumah dengan memanfaatkan industri material domestik. Menurutnya, strategi ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga menciptakan efek pengganda yang signifikan bagi perekonomian nasional.

Indef menguraikan beberapa poin utama yang perlu dipertimbangkan dalam implementasi kebijakan tersebut:

  • Peningkatan produksi dalam negeri: Memperluas kapasitas pabrik bahan bangunan seperti semen, bata, dan baja dapat menstimulasi pertumbuhan sektor manufaktur.
  • Penciptaan lapangan kerja: Rantai pasokan material rumah mencakup pekerjaan di bidang pertambangan, pengolahan, logistik, dan distribusi, yang berpotensi menyerap jutaan tenaga kerja.
  • Pengurangan biaya pembangunan: Dengan material yang diproduksi secara lokal, biaya transportasi dan bea masuk dapat ditekan, sehingga harga rumah menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
  • Stabilisasi nilai tukar: Menurunnya impor material konstruksi dapat membantu menyeimbangkan neraca perdagangan dan mengurangi tekanan pada nilai tukar rupiah.

Selain manfaat ekonomi, Indef menyoroti pentingnya kebijakan pendukung seperti insentif pajak bagi produsen lokal, standar kualitas yang jelas, dan kemudahan perizinan. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program bergantung pada koordinasi antar lembaga pemerintah, asosiasi industri, serta lembaga keuangan yang menyediakan pembiayaan bagi pelaku usaha.

Jika diterapkan secara konsisten, program 3 juta rumah yang didukung oleh industri material domestik diproyeksikan dapat menambah nilai tambah bruto (GDP) sebesar 0,5‑1,2 persen per tahun, serta meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui penyediaan hunian layak dan penciptaan pekerjaan.

Indef menutup dengan harapan bahwa pemerintah akan mengintegrasikan rekomendasi ini ke dalam rencana aksi jangka menengah, sehingga program perumahan tidak hanya menjadi sekadar pembangunan fisik, tetapi juga pendorong transformasi ekonomi yang inklusif.