Frankenstein45.Com – 30 Juni 2026 | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Rabu (30/06/2026) menyampaikan bahwa Indonesia siap menawarkan solusi elektrifikasi untuk alat berat kepada Republik Belarus. Penawaran tersebut mencakup paket lengkap mulai dari konversi mesin diesel menjadi listrik, penyediaan baterai berkapasitas tinggi, hingga pelatihan teknis bagi operator dan teknisi di Belarus.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam rangka mengurangi emisi karbon di sektor industri serta mendukung transisi energi bersih secara global. Menurut Airlangga, teknologi elektrifikasi alat berat dapat menurunkan konsumsi bahan bakar fosil hingga 30‑40 persen dan sekaligus mengurangi emisi CO₂ secara signifikan.
Beberapa poin utama dalam penawaran Indonesia meliputi:
- Pengembangan kit konversi listrik yang dapat dipasang pada mesin excavator, bulldozer, dan wheel loader yang diproduksi di Belarus.
- Penyediaan sistem manajemen baterai (Battery Management System) berbasis IoT untuk pemantauan real‑time.
- Program pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja Belarus selama enam bulan.
- Kerjasama riset bersama antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan institusi riset Belarus untuk inovasi baterai berkapasitas lebih besar.
- Skema pembiayaan lunak melalui bank pembangunan regional.
Belarus, sebagai salah satu produsen alat berat terkemuka di Eropa Timur, diperkirakan memiliki pasar domestik dan ekspor yang luas. Dengan mengadopsi teknologi listrik, produsen Belarus dapat memperluas pangsa pasar ke negara‑negara yang menerapkan regulasi emisi ketat, seperti Uni Eropa.
Pernyataan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi bilateral antara kedua negara. Kedua pihak telah menjajaki kerja sama di bidang energi, pertanian, dan infrastruktur, dan penawaran elektrifikasi alat berat menjadi tambahan penting dalam agenda kerjasama ke depan.
Airlangga menutup dengan menegaskan bahwa proses negosiasi akan dilanjutkan melalui kunjungan delegasi teknis pada akhir tahun ini, dengan target implementasi pilot project pada kuartal pertama 2027.




