Frankenstein45.Com – 04 Mei 2026 | Iran kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap kehadiran militer Amerika Serikat di wilayah Selat Hormuz. Mantan komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sekaligus Sekretaris Dewan Kebijakan Tehran, Mohsen Rezaee, menyamakan aksi blokade pasukan AS dengan tindakan bajak laut.
Rezaee menuduh angkatan laut Amerika melakukan penindasan ekonomi dan mengancam keamanan regional. Ia menambahkan, bila Amerika terus melancarkan operasi militer di selat strategis ini, Iran siap mengubah jalur air tersebut menjadi “kuburan” bagi kapal induk dan peralatan militer AS.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers, di mana Rezaee menekankan pentingnya kedaulatan Iran atas perairan internasional yang melintasi wilayahnya. Ia juga mengingatkan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman minyak dunia yang vital, sehingga setiap tindakan agresif dapat menimbulkan konsekuensi ekonomi global.
- Iran menuduh AS melakukan “blokade” yang merugikan negara-negara di Timur Tengah.
- Pernyataan tersebut mencerminkan peningkatan ketegangan geopolitik di kawasan.
- Jika terjadi konflik terbuka, dampaknya dapat mengganggu pasokan minyak dunia.
Sejauh ini, belum ada respons resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait ancaman tersebut. Namun, para analis militer memperingatkan bahwa eskalasi retorika dapat memicu peningkatan kehadiran militer di wilayah tersebut, meningkatkan risiko konfrontasi.




